Wisata

Liburan Sambil Belajar Di Benteng Rotterdam Makassar

Makassar adalah Ibukota Sulawesi Selatan. Makassar menjadi salah satu kota tujuan wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Pastinya, kota ini juga tidak lepas dari tempat wisatanya yang cukup banyak dan menarik, termasuk wisata sejarah.

Ada banyak wisata sejarah dan budaya yang dapat dieksplor di kota ini. Salah satunya yakni Benteng Rotterdam yang akan dibahas di bawah ini!

Benteng Rotterdam, Peninggalan Sejarah Berumur Ratusan Tahun

Jika Anda suka mengunjungi destinasi wisata sejarah, Benteng Rotterdam – tempat wisata bersejarah terbaik di Makassar ini akan sangat pas untuk dituju. Untuk benteng yang juga dikenal dengan nama Benteng Ujung Pandang ini jadi salah satu peninggalan sejarah di kota Makassar.

Benteng ini merupakan saksi sejarah Kesultanan Gowa yang pernah berjaya pada abad ke-17 di Sulawesi. Benteng Rotterdam dibangun oleh Raja Gowa X, Imarigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tumapa’risi’ Kallonna pada sekitar tahun 1545.

Sebetulnya, ada 17 buah benteng di kesultanan ini. Semua benteng tersebut mengitari Makassar yang di masa itu jadi ibukota kesultanan. Namun, benteng yang paling megah adalah Benteng Rotterdam. Bahkan sampai sekarang, keaslian benteng ini masih terjaga dan terpelihara dengan baik.

Fakta Benteng Rotterdam

Saat Anda berlibur ke benteng ini, mampirlah ke Museum La Galigo yang ada di kompleks benteng. Museum ini adalah museum tertua di Sulawesi Selatan dan berisi 5000 koleksi. Di museum ini ada alat bercocok tanam tradisional, miniatur perahu pinisi, sampai alat transportasi lawas.

Keunikan lain dari benteng ini adalah ada banyak peninggalan dari kerajaan-kerajaan yang pernah berkuasa di Sulawesi Selatan seperti Bone, Luwu, Gowam Sawitto sampai kerajaan Wajo. Museum ini pun sempat pernah nonaktif pada masa pendudukan Jepang. Namun, akhirnya dirintis kembali oleh budayawan-budayawan setelah pembubaran Negara Indonesia Timur.

Apa yang Ada di dalam Benteng Rotterdam?

Mulai dari Museum La Galigo, sampai tempat penahanan Pangeran Diponegoro ada di Benteng Rotterdam. Sebelum masuk benteng, pengunjung harus mengisi buku tamu serta tujuan berkunjung ke benteng. Setelah mengisi buku, barulah Anda dapat melihat benteng.

Di dalam Benteng Rotterdam ada sejumlah bangunan yang dipakai sebagai museum cagar Budaya. Pastinya, bangunan-bangunan tersebut masuk ke dalam pengawasan kantor Badan Balai Pelestarian Cagar Budaya Sulawesi Selatan. Termasuk lima bastion yang menjadi ciri khas Benteng Rotterdam.

Kelima bastion tersebut merupakan Bastion Bacan yang letaknya di sudut barat daya. Bastion Bone terdapat di sebelah barat atau tepatnya di tengah benteng. Kemudian, Bastion Buton yang ada di sudut barat laut, Bastion Amboina yang berada di sudut tenggara, serta Bastion Mandarasyah di sudut timur laut.

Setiap bastion di Benteng Rotterdam dihubungkan dengan dinding benteng, kecuali di bagian selatan yang tak memiliki dinding. Perlu untuk diketahui, Benteng Rotterdam mempunyai luas 2,5 hektar serta di dalamnya ada 16 bangunan yang total luasnya 11.605,85 meter persegi. Jadi, Anda walaupun seharian penuh menjelajahi Benteng Rotterdam, Anda tak akan membosankan.

Area Benteng Rotterdam

Di area Benteng Rotterdam – tempat wisata bersejarah terbaik di Makassar ini ada satu bangunan yang bersejarah sekali. Sebuah bangunan kecil yang jadi saksi Pangeran Diponegoro yang pernah ditahan pada masa penjajahan Belanda. Ruang tahanan tersebut berada di samping Museum La Galigo.

Seperti sejarahnya, Pangeran Diponegoro ditangkap setelah perang dengan Belanda selama kurang lebih 5 tahun, yakni 1825 – 1830. Perang berakhir karena Pangeran Diponegoro dijebak penjajah Belanda di sebuah perundingan damai. Beliau kemudian ditangkap lalu dibuang ke Manado. Barulah di tahun 1834, Pangeran Diponegoro dipindahkan ke Benteng Rotterdam.

Di ruang tahanan yang berdinding kokoh dan melengkung tersebut terdapat sejumlah benda penting, seperti peralatan sholat, Al-Qur’an, serta tempat tidur yang dipakai oleh Pangeran Diponegoro ketika berada di tahanan. Namun sayangnya, para wisatawan dilarang masuk ke ruang tahanan, dan hanya boleh melihat dari depan bangunan atau dari jendela kaca.

Lokasi Benteng Rotterdam

Untuk Anda yang ingin kunjungi Benteng Rotterdam, lokasinya terletak di Jalan Ujung Pandang, Bulo Gading, Kec. Ujung pandang. Biasanya, pengunjung menghabiskan waktu selama kurang lebih 1,5 jam berada di benteng ini.

Ada banyak cara untuk menuju ke benteng karena cukup mudah aksesnya. Anda dapat memilih naik taksi ataupun pete-pete.

Tips Wisata ke Benteng Rotterdam

Ada sejumlah tips untuk Anda yang ingin berkunjung ke Benteng Rotterdam. Berikut ini di antaranya:

  • Cek lebih dulu apakah benteng sedang direnovasi atau tidak. Untuk masuk ke benteng, memang ada sejumlah orang yang menyebutkan gratis. Namun, petuga nantinya akan meminta sumbangan yang seikhlasnya serta menandatangani buku tamu.
  • Siapkan fisik Anda karena nantinya ketika berkeliling akan menyita tenaga. Namun, melihat benteng bersejarah dan suasana yang lawas akan berikan kesan tersendiri.
  • Perhatikan rute yang diperlukan selama perjalanan. Terutama untuk para pendatang, sebaiknya mengetahui petunjuk jalan supaya dapat sampai di Benteng Rotterdam dengan rute benar.

Berlibur ke Sulawesi Selatan akan kurang jika Anda tidak mengunjungi Benteng Rotterdam – tempat wisata bersejarah terbaik di Makassar. Di tempat wisata ini, Anda bisa berlibur sekaligus belajar sejarah.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button