Warga Demo Tolak Jenazah Teroris Pembunuh Aiptu Sigalingging

Coky Simanjuntak | Kamis, 29 Juni 2017 10:06:12

Warga menuliskan 'Tolak ISIS' di jalan/ IG: @poldasumaterautara
Warga menuliskan 'Tolak ISIS' di jalan/ IG: @poldasumaterautara

Ratusan warga yang tinggal di Jalan Makmur, Dusun V, Desa Sambirejo Timur, Kecamatan Tembung, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, melakukan aksi penolakan terhadap jenazah terduga teroris Ardial Ramadhana.

Sebelum ditembak mati petugas, Ardial telah menikam Aiptu Martua Sigalingging, yang sedang berjada di pos Mapolda Sumut, hingga tewas.

"Kami dapat informasi katanya jenazah hari ini diserahkan. Terus terang saja, kami menolak jenazah dibawa ke kampung ini," ujar Pujiono, salah seorang warga Jalan Makmur, seperti dikutip akun Instagram @poldasumaterautara.

Warga yang menolak berkumpul di dekat rumah orangtua Ardial Ramadhana di Gang Dahlia No.33, setelah mendapat info bahwa jenazah akan diserahkan dari Polda Sumatera Utara ke pihak keluarga.


Menurutnya, warga tidak terima ada teroris yang berada di kampung mereka. Aksi ini di warnai warga dengan membawa kain putih yang bertuliskan kalimat penolakan terhadap kedatangan jenazah.

Selain itu mereka juga membuat tulisan di jalan "TOLAK ISIS " dengan menggunakan cat semprot.

"Aksi ini merupakan bentuk penolakan warga terhadap teroris ISIS. Kami tak mau masyarakat luas berpikir kalau kampung kami datang teroris," ketusnya.

Penolakan ini juga dipertegas oleh seorang bilal mayat bernama Pangihutan Nainggolan (66), warga Jalan Makmur, Dusun V, Desa Sambirejo Timur, Kecamatan Tembung, Kabupaten Deliserdang.

Dia menolak kedatangan Ardial Ramadhana, karena diduga merupakan jaringan teroris ISIS. Pangihutan menegaskan pada masyarakat bahwa perbuatan teror tidak dapat diterima oleh umat muslim.

"Saya selaku Bilal di desa ini, menegaskan tidak akan mensalatkan jenazah teroris. Apapun ceritanya, jenazah itu harus dibawa pergi dari kampung ini," tegasnya.

Pangihutan menambahkan, mereka tidak mau Desa Sambirejo ditandai oleh masyarakat luas sebagai sarang teroris.


"Desa ini dihuni oleh umat muslim yang mempedomani Islam Rahmatan Lilalamin," ungkapnya.

Seperti dikutip Antara, Rabu (28/6), Polda Sumut akhirnya mengambil kebijakan untuk melaksanakan fardhu kifayah berupa memandikan dan mengafani jenazah di Rumah Sakit Bhayangkara Medan.

Kemudian, dilaksanakan juga shalat jenazah di ruang jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Medan dengan imam AKP Kholis.

Setelah fardu kifayah itu ditunaikan, dilakukan pemakaman terhadap jenazah Ardial Ramadhana di Perkuburan Islam di Jalan Kemiri I Lingkungan I Kelurahan Sudirejo II, Kecamatan Medan Kota.