Wapres JK Hadiri Musyawarah Masyarakat Adat Batak di Parapat

Coky Simanjuntak | Jumat, 29 Juli 2016 13:07:18

Wapres Jusuf Kalla diulosi bersama Menko Polhukam Luhut Pandjaitan/blogspot
Wapres Jusuf Kalla diulosi bersama Menko Polhukam Luhut Pandjaitan/blogspot

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dijadwalkan menghadiri Musyawarah Masyarakat Adat Batak yang digelar mulai hari ini, Jumat (29/7), di Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. 

Musyarawah yang akan digelar sampai 31 Juli mendatang ini akan dihadiri oleh sekitar 2.000 peserta dari 213 marga Batak.

Menurut Wakil Ketua Panitia Musyawarah Masyarakat Adat Batak, Gumanti Simbolon, berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945 pasal 18 B ayat 2 negara mengakui dan menghormati kesatuan-kesatuan masyarakat hukum adat serta hak-hak tradisonalnya sepanjang masih hidup dan sesuai dengan perkembangan masyarakat dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia yang diatur dalam undang-undang.

"Berdasarkan hal itu, masyarakat adat Batak menilai harus punya hukum adat sendiri dan itulah yang akan dibicarakan pada pertemuan 29-31 juli 2016," katanya.

(LIHAT VIDEO: Begini 'Konser' di Lapo Tuak ala Orang Batak)

Data sementara atau berdasarkan konfirmasi, total peserta yang akan hadir ada 2.000 orang dari 213 marga.

Jumlah peserta itu, kata dia, sudah memenuhi setengah dari total marga Batak yang ada sebanyak 400 marga di antaranya terdiri dari Toba, Simalungun, Karo, Dairi, Angkola, Mandailing dan lainnya.

Adapun marga Simbolon, pada kesempatan itu akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Punguan Simbolon dohot Boruna se-Indonesia (PSBI).

(BACA: Luhut Pandjaitan: Kami Orang Batak Suka Makan…)

Selain menghadiri Musyawarah Adat Batak, JK juga akan mencanangkan penanaman 7.700 pohon se-Sumut di Hutaginjang, Tapanuli Utara, dan penaburan benih ikan di Danau Toba.

Kegiatan-kegiatan Wapres dan beberapa menteri di Parapat tidak terlepas dari upaya mendukung penuh Kaldera Toba untuk bisa masuk ke Geopark Global.