Ucapan ‘Politisi Setengah Setan’ Effendi Simbolon Dinilai Sesat

Laurencius Simanjuntak | Minggu, 18 September 2016 10:09:36

Effendi Simbolon di Sinode Godang HKBP ke-63 di Sipoholon, Taput/batakgaul
Effendi Simbolon di Sinode Godang HKBP ke-63 di Sipoholon, Taput/batakgaul

Pdt Saut Sirait menilai sesat pernyataan politikus PDIP Effendi Simbolon pada pembukaan Sinode Godang HKBP ke-63 di Sipoholon, Tapanuli Utara, Selasa (13/9).

Saat itu, Effendi menyebut politisi, termasuk dirinya, adalah satonga jolma satonga begu (setengah manusia setengah setan).

“Dari altar khusus Sinode Godang, Effendi Simbolon menyatakan ajaran sesat 'politisi adalah setengah setan dan manusia’. Apakah itu ajaran Alkitab kita?” kata Saut yang gagal dari pencalonan ephorus HKBP ini lewat surat elektronik kepada wartawan, belum lama ini.

(BACA: Effendi Simbolon: Au Politisi, Satonga Jolma, Satonga Begu)

Saut menyatakan, Bapa Gereja Martin Luther mengatakan, "Politics is Devotion” yakni bukan hanya pekerjaan tetapi adalah ibadah. Menurut Saut, dengan tegas Luther menyebut bahwa panggilan kepada pemerintahan (raja, presiden dan politisi) adalah suci. 

"Poda haliluan do namandok (Ajaran sesat yang mengatakan) 'politisi setengah setan setengah manusia’,” kata Wakil Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu ini.

Pdt Saut Sirait/youtube

Lebih parahnya, kata Saut, dalam arahan dan pengembalaan Ompui Ephorus Pdt WTP Simarmata di hari kedua Sinode, sama sekali tidak ada penolakan dan tegoran terhadap "poda na lilu” (ajaran sesat) dari  Effendi. 

"Secara hukum, apabila tidak melakukan penolakan, berarti identik dan menerimam Ompung hal itu sangat serius dan berbahaya, kecuali kita mau menjadikan altar Sinode Agung menjadi dagelan dan komedi tertawaan,” ujar Saut.

"Sungguh tidak sanggup saya menahan keperihan ini, mohon Ompung menjelaskan,” ujar dia lagi.

(BACA: 2 Calon Ephorus HKBP Tolak Permintaan Effendi Simbolon)

Lebih jauh, Saut menilai kehadiran para politisi dari satu partai tertentu, selain menimbulkan pertanyaan, juga menimbulkan kekhawatiran. 

“Apalagi pada tahun 1997 Pdt WTP Simarmata adalah kader dan caleg PDI Pro Mega saat itu,” kata Saut. 

Realitas yang lebih parah, kata Saut, adalah atas kapasitas apa Effendi Simbolon bisa berbicara di pembukaan Sinode Godang HKBP. Sebab, ujar Saut, yang bersangkutan adalah wakil rakyat yang tidak diperbolehkan membawa jabatan alat kelengkapan dewan keluar. 

"Kedudukan dan legitiimasi, apa yang ada padanya untuk melampaui otoritas dan kewibawaan Sinode Godang untuk mengesahkan dengan cara  memperkenalkan calon? Sinode Godang sendiri belum membahas apalagi menentukan hal itu?” kata Saut yang gagal dalam pencalonan Ephorus HKBP 2016-2020 ini.

Seperti diberitakan, Effendi Simbolon diberi kesempatan berbicara di hadapan 1.500-an peserta pada pembukaan Sinode Godang HKBP, Selasa (13/8). Panitia menyebut Effendi berbicara mewakili ruas (jemaat).