Ucapan aktor Tanta Ginting 'Karo Bukan Batak' Menuai Polemik

Coky Simanjuntak | Senin, 06 Juni 2016 19:06:59

Tanta Ginting/Twitter @tantaginting
Tanta Ginting/Twitter @tantaginting

Ucapan aktor Tanta Ginting yang menyatakan 'Karo bukan Batak' menuai polemik. Banyak yang mengkritik, namun tak sedikit yang mendukungnya.

Kritik dan dukungan itu banyak disampaikan lewat media sosial, seperti Facebook dan Twitter.

"Aku kenal nama Tanta Ginting justru dari provokasi pemecah belah kesatuan bangsa Batak, menyedihkan dan berlebihan," tulis pemilik akun Twitter, @eluyan_boy, beberapa hari lalu.

Menaggapi kritik tersebut, Tanta tetap santai. "Yang mau memecahkan siapa bro? Kan udah saya jelaskan maksudnya. Kenapa susah dimengerti ya?" ujar Tanta.

@JRERHutagalung, pengguna Twitter lainnya, menanyakan kepada Tanta apakah dia setuju pada gambar yang ditunjukkan. Gambar itu menjelaskan bahwa Batak terdiri dari 5 sub suku, yakni Mandailing-Angkola, Toba, Karo, Mandailing dan Pakpak.

Mendapat pertanyaan itu, Tanta menjawab, "Kalau dibilang suku dari Sumatera Utara aku lebih setuju Pal."

Twitter

Tidak hanya mendapat kritik dan pertanyaan, aktor pemenang nominasi 'Pemeran Pria Pendukung Terfavorit' Indonesian Movie Actors Awards 2016 itu juga didukung oleh sejumlah pengguna Twitter.

"Perselisihan timbul karena kebiasaan buruk orang Indonesia, malas membaca. Disertai malas-malas lainnya. Mejuah-juah mama iting!" kata akun @UulSembiring yang balas dijawab "Mejuah-juah" oleh Tanta.

Seperti diketahui, pada malam Indonesian Movie Actors Awards 2016, Senin 30 Mei lalu, Tanta mengoreksi pembawa acara yang menyebutnya sebagai pria Batak dan sekaligus menyapanya dengan 'Horas'.

“Perlu dikoreksi dulu tadi, mejuah-juah, bukan horas. (Saya) Karo, Medan,” tegas Tanta di atas panggung sambil membuka baju luarnya demi memperlihatkan ornamen ret-ret di dalam baju dalamnya.

Pernyataan Tanta ini lantas didukung oleh banyak penggiat komunitas 'Karo Bukan Batak'.

[LIHAT VIDEO: Tanta Ginting: Perlu Dikoreksi, Mejuah-juah Bukan Horas!]

Tanta Ginting/muvila.com

Berikut penjelasan lengkap Tanta soal 'Karo Bukan Batak' lewat akun Twitter-nya, @tantaginting:

1. Jd gini. Dr yg ak pelajari, pada jaman belanda 5 suku yg terletak di sumatra utara di beri julukan suku Batak

2. Namun sesungguhnya kelima suku ini memiliki identitas masing masing yg sangat berbeda.

3. Ak pernah lihat foto jaman belanda, jelas tertulis dalam bahasa belanda "gereja karo protestan" tanpa bataknya

4. Jd ak belum riset jg sejak kapan namanya berubah jd gereja batak karo protestan. Nanti ak baca2 lagi terus deh

5. Perlu di ingat dulu bahwa perbedaan bukanlah perpecahan. Perbedaan bukanlah hal yg negatif. Beda ya artinya beda

6. Perbedaanlah yg membuat indonesia unik. Perbedaan lah yg membuat indonesia kaya. Dr suku, bahasa, kepercayaan

7. Ak gak mempermasalahkan batak nya. Yg aku permasalahkan adalah di saat banyak orang yg tidak mengerti bedanya

8. Yg buat ak sedih adalah di saat orng indonesia tidak tau kekayaannya sendiri.

9. Ini kenapa ak sngt dukung gerakan karo bukan batak. Bukan memecahkan, tp mengingatkan bahwa ada perbedaan

10. Perlahan tp pasti ak akan slalu mengingatkan dengan sapaan sederhana itu. "Mejuah juah"

SPONSORED
loading...