Tragis! Abdi Purba Tewas dalam Kerusuhan Relokasi Korban Sinabung

Jordan Silaban | Minggu, 31 Juli 2016 11:07:46

Kerusuhan di relokasi korban Sinabung/BNPB
Kerusuhan di relokasi korban Sinabung/BNPB

Sekitar 2.000 warga Desa Lingga, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo menyerang kantor Kepolisian Resor Karo, di Kabanjahe, Jumat (29/7) sekitar pukul 20.00 Wib.

Kerusuhan dipicu penolakan warga setempat atas rencana pembangunan rumah bagi korban erupsi Sinabung di lahan dekat desa mereka. 

Akibat kerusuhan itu, seorang warga, Abdi Purba (24) tewas. Sedikitnya 19 orang lainnya luka-luka.

(BACA: FPI Protes Babi Panggang Karo, Josua Siregar Surati Jokowi)

Kepala Desa Lingga Serpis Ginting mengatakan, warga marah karena pengembang merusak jalan desa  demi membangun relokasi mandiri korban erupsi Sinabung.

Lahan di kanan-kiri jalan desa sudah dikuasai pengembang. Warga protes dan memasang pagar di jalan itu sepanjang 400 meter. Namun, belakangan pagar diruntuhkan pengembang. 

Warga korban Sinabung/antara

Warga mendatangi lokasi dan protes kepada polisi yang sudah tiga hari mendirikan pos di lahan pengembang. Polisi meminta warga melaporkan kasus tersebut ke Polres Karo. 

”Saya lalu melaporkan hal itu ke polres, tetapi polres minta bukti atas hak tanah tersebut. Bagaimana jalan desa ada bukti kepemilikan,” kata Serpis seperti dikutip Harian Kompas 31 Juli 2016.

(BACA: Di Malam Penghargaan Film, Aktor Ini Sebut 'Karo Bukan Batak')

Saat dia kembali ke Lingga, api sudah membakar alat berat dan pos polisi di lahan. ”Saya tidak tahu siapa yang membakar,” kata Serpis.

Polisi lalu masuk ke desa dan mengambil lima laki-laki yang mereka temui di jalan, termasuk seorang tukang bangunan yang sedang bekerja. Lima orang tersebut adalah Eddi Sitepu, James Sinulingga, Nahason Sinuraya, Modal Sinulingga, dan Sugiarto Meliala.

Penangkapan itulah yang memicu massa datang ke kantor Polres Karo hingga terjadi kerusuhan. Massa melempari kantor tersebut sehingga sejam kemudian situasi semakin mencekam.

(BACA: Semua Korban Luka Awan Panas Sinabung Meninggal Dunia)

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, menjelaskan, kerusuhan ini sebenarnya tidak perlu terjadi, jika rencana relokasi tidak berubah. 

Sebenarnya relokasi 1.683 keluarga korban erupsi Gunung Sinabung Tahap II dilakukan di Desa Siosar dengan menggunakan Lahan APL (Areal Pengguna lain). Lahan yang tersedia seluas 250 hektare awalnya cukup untuk menampung korban erupsi, yakni untuk relokasi Tahap I sebanyak 370 KK dan dan Tahap II, 1683 KK.

Belakangan, lahan di Siosar ternyata tak cukup. Karena selain dibutuhkan untuk areal perumahan, mereka juga harus menyediakan lahan untuk pertanian (livelihood). 

Untuk keperluan lahan pertanian relokasi tahap I sudah keluar izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen LHK) seluas 416 hektar. 

“Sehingga untuk tahap I sudah terpenuhi bantuan rumah dan bantuan lahan pertanian,” kata Sutopo lewat keterangan tertulis, Sabtu (30/7).

(LIHAT: Ini 5 Meme Lucu Setelah FPI Protes Babi Panggang Karo)

Sedangkan untuk relokasi tahap ke II (1683 KK) sesuai usul Bupati Karo ke Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dibutuhkan lahan untuk pertanian seluas 975 hektar. 

Namun sampai saat ini kata Sutopo, izin pinjam pakai dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan belum keluar. Sehingga pilihan relokasi tahap II yang disepakati adalah relokasi mandiri, di mana masyarakat mencari lahan sendiri di luar daerah merah sesuai rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.