Tetangga Pelaku Dengar Ledakan Sehari Sebelum Bom di St Yosep

Jordan Silaban | Minggu, 28 Agustus 2016 22:08:56

Gereja Santo Yosep di Medan pasca-teror bom/FB: K-3
Gereja Santo Yosep di Medan pasca-teror bom/FB: K-3

Ivan Armadi Hasugian (18) telah ditangkap karena menjadi pelaku teror bom di Gereja Santo Yosep, Jl Dr Mansur, Medan, Minggu (28/8).

Sebelum aksi teror itu dilakukan, tetangga pelaku di Jl Setia Budi Gg Sehati, Medan, sempat mendengar ledakan dari dalam rumah pria lajang tersebut. 

“Kemarin kami memang mendengar suara (ledakan) jam 09.00 Wib. Waktu itu istri saya sedang masak," kata S Siagian, yang rumahnya persis berselebahan dengan tempat tinggal Ivan.

(BACA: Dipukuli! Ini Wajah Pelaku Teror Bom di Gereja Santo Yosep Medan)

Ivan Armadi Hasugian, pelaku teror bom di Gereja Santo Yosep, Medan/twitter

Setelah teror bom terjadi Gereja Santo Yosep, warga kemudian menghubungkan suara ledakan yang tidak terlalu besar tersebut.

"Kami jadi menduga-duga ini memang ada kaitannya. Barangkali dia waktu itu sedang mencoba bom yang mau dibawanya," ujar Siagian.

(BACA: Pelaku Teror Bom Gereja Santo Yosep: Anak Medan, Masih Pelajar)

Sekitar pukul 09.00 Wib, Minggu (28/8), benda yang dibawa Ivan meletup di tengah-tengah jemaat. Saat itu, Ivan memang tengah duduk di barisan jemaat yang sedang melaksanakan misa.

Mengetahui aksinya gagal, pelaku langsung maju ke altar dengan membawa pisau. Dengan senjata tajam tersebut, pelaku melukai Pastor Albret S Pandiangan yang hendak berkhotbah. Dia luka ringan di bagian lengan kiri.