Terungkap! Penyebab Ratusan Ton Ikan Mati di Danau Toba

Jordan Silaban | Rabu, 04 Mei 2016 05:05:42

Ilustrasi menangkap ikan di Danau Toba/antara
Ilustrasi menangkap ikan di Danau Toba/antara

Penyebab ratusan ton ikan mati di Danau Toba akhirnya terungkap. Tim ahli riset Kementerian Perikanan memastikan kematian ikan-ikan di kawasan Haranggaol Horison itu akibat kekurangan oksigen.

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Simalungun, Jarinsen Saragih, mengatakan penelitian tentang penyebab kematian ikan tersebut adalah bentuk tanggung jawab pemerintah setempat.

"Perlu dipastikan supaya jelas dan tidak menjadi spekulasi yang menyesatkan di masyarakat," ujar Jarinsen.

Tim yang dipimpin Prof Dr Drs Krismono MS dari Balai Penelitian Pemulihan dan Konservasi Sumberdaya Ikan (BP2KSI) ini melakukan penelitian langsung di tempat kejadian kematian ratusan ton ikan.

"Yang diteliti kualitas air dan ikan," sebut Jarinsen.

Dia menjelaskan, ikan ternakan di keramba, seperti Mas dan Nila, kekurangan oksigen karena jumlah populasi tidak sesuai dengan luasan area.

Menurut Jarinsen, idealnya satu meter kubik keramba, diisi satu kilogram ikan. Sedangkan yang terjadi adalah terdapat 6.000-an lebih keramba jaring apung.

Keadaan itu, kata Jarinsen, diperparah dengan kondisi cuaca yang tidak mendukung, sehingga tidak terjadi proses fotosintesis di keramba.

"Jadi tidak ada kaitannya dengan program penertiban keramba dari Pemkab yang akan menjadikan Haranggaol sebagai tujuan wisata," ujar Jarinsen.

Pemkab Simalungun bersama masyarakat, khususnya peternak melakukan pembersihan perairan Danau Toba dari ikan-ikan yang mati untuk dikubur.

Sudung Siallagan (38), seorang peternak ikan mengatakan, kematian ikan ternakan terjadi satu minggu lalu yang jumlahnya masih sedikit. Dalam kurun tiga hari lalu, terjadi kematian massal yang menimbulkan kebingunan dan kerugian bagi mereka.

BACA JUGA