Ternyata, Ada 'Boru Nainggolan' Bermain di Klub Sepakbola Italia

Coky Simanjuntak | Senin, 16 Mei 2016 08:05:04

Riana Nainggolan/blogspot
Riana Nainggolan/blogspot

Kalau ada pertanyaan siapa boru Batak yang paling jago bermain sepakbola, barangkali Riana Nainggolan-lah jawabannya. 

Bagaimana tidak, Boru Ni Raja blasteran Indonesia-Belgia itu kini bermain untuk tim wanita AS Roma, klub sepakbola Italia.

Kalau ada yang bilang Riana mirip Radja Nainggolan, pemain sepakbola asal Belgia, memang benar keduanya adalah saudara kembar. Sama-sama lahir 4 Mei 1988, mereka juga bermain untuk klub AS Roma.

Namun berbeda dengan Radja yang sudah menjadi andalan AS Roma di tim pria, Riana belum menjadi skuad inti tim wanita I Giallorossi

Riana hanya diturunkan sebanyak empat kali pada Serie A 2015-2016, namun mampu mencetak satu gol. Sementara, pada musim lalu, dia mencetak dua gol dari 16 partai liga.

Meski di klub tidak menjadi yang utama, Riana tetap dipanggil oleh Tim Nasional wanita Belgia di bawah asuhan pelatih, Ives Serneels.

"Kami sudah memantau performa Riana sejak lama. Kepindahan ke Roma merupakan tantangan yang dibutuhkan oleh dia," ucap Serneels seperti dilansir Sporza.

Darah Batak

Riana dan Radja mendapatkan darah Batak dari ayahnya, Marianus Nainggolan. Namun, mereka sempat terpisah belasan tahun dari Marianus.

Baru pada Desember 2007, keluarga yang terpisah itu berkumpul kembali. Sang ayah bertolak dari Bali ke Piacenza, kota tempat tinggal Radja kala itu.

(BACA: Radja dan Riana Nainggolan, Si Kembar yang Harmonis Sejak Kecil)

Riana dan Radja Nainggolan/@RianaNainggo

“Kami ditinggal di Belgia ketika masih berusia enam tahun. Ada perasaan kosong dan vakum selama belasan tahun, tetapi kembali terisi setelah tiga pekan bersama," ucap Radja kepada Eka Tanjung dari sepakbolanda.com.

(BACA: 4 Wajah Pesepakbola Jerman Ini Mirip Orang Batak)

Bagi saudara kembar ini, orangtua memiliki peran penting. Riana dan Radja mengenang, sang ayah dulu kerap mengajak mereka bermain sepak bola sejak usia empat tahun. 

Sang ibu, Lizi Bogaerts yang asli Belgia, juga mendukung anak-anaknya bermain sepakbola. Namun sayang, Lizi tidak bisa menyaksikan kesuksesan anak kembarnya, karena sudah lebih dulu berpulang karena penyakit kanker pada 2010.

“Sebelum mengembuskan nafas terakhir, ibu menitipkan saya agar menjaga adik dan semua keluarga. Saya tidak ingin mengecewakan ibu,” tutur Radja yang pernah mengatakan takkan pernah lupa bahwa dia berdarah Indonesia.