Terminal Parapat Diaktifkan Kembali, Pedagang Dilarang Jual Tuak!

Jordan Silaban | Sabtu, 16 Juli 2016 09:07:04

Ilustrasi lapo tuak/batakgaul
Ilustrasi lapo tuak/batakgaul

Terminal bus Sosor Saba Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, segera diaktifkan kembaii demi mendukung pembangunan kawasan wisata Danau Toba.

Bupati Simalungun JR Saragih menjelaskan, pembenahan terminal akan dilakukan seperti pengaspalan dan pembangunan ruang tunggu penumpang.

Namun, dia meminta pedagang tidak berjualan di dalam terminal, melainkan membuka ruko yang ada.

Pedagang juga dilarang menjual minuman keras, termasuk tuak yang merupakan minuman khas Batak.

"Mari sama-sama kita jaga keamanan dan kenyamanan di terminal agar masyarakat yang singgah juga terasa nyaman, karena terminal ini juga bagian dari pariwisata," kata Saragih setelah menggelar rapat bersama  Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) dan masyarakat sekitar, kemarin.

(LIHAT VIDEO: Begini 'Konser' di Lapo Tuak ala Orang Batak)

Selain menertibkan pedagang, pembenahan juga dilakukan dengan memindahkan pos jaga Dinas Perhubungan ke dalam kompleks terminal guna mengefektifkan pengawasan, termasuk pengutipan retribusi.

Ketua DPRD Simalungun Johalim Purba mengharapkan terminal Sosor Saba dan masyarakat sekitar dapat menjadi contoh bagi daerah lain.

"Mari kita berikan rasa nyaman bagi para wisatawan yang datang ke daerah ini, sehingga kota Parapat dengan keindahana Danau Toba dapat selalu dikenang oleh masyarakat lain," kata politisi Partai Demokrat itu.

Wakapolres Simalungun Kompol Zulkarnain P menyatakan kesiapan pihaknya mendukung tugas-tugas pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Seorang pedagang, Rizela boru Situmorang berharap, pemerintah tegas untuk menertibkan bus angkutan umum masuk ke dalam terminal, bukan hanya sekadar melintas.

 

"Hendaknya (bus) berhenti sejenak, sehingga dagangan kami terjual, minimal satu botol minuman," kata Rizela.

SPONSORED
loading...