Terancam Dipecat, Boru Juntak Ini Tantang Ahok Berdebat

Nur Fikri Harahap | Senin, 30 Mei 2016 14:05:11

Fitri Simanjuntak (baju hijau) berdebat dengan Ahok/istimewa
Fitri Simanjuntak (baju hijau) berdebat dengan Ahok/istimewa

Pekerja Harian Lepas (PHL) Suku Dinas Pertamanan Jakarta Timur, Fitri Simanjuntak (39) menantang Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berdebat lantaran dia terancam dipecat oleh anak buah sang kepala daerah.

Oleh Kepala Suku Dinas Pertamanan, Boru Juntak ini dianggap tidak sopan karena berani menjawab orang nomor satu di Jakarta tersebut.

"Kemarin Jumat disuruh dan dipaksa untuk menulis pengunduran diri sama Kasudin," kata Fitri di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (30/5).

"Pak Ahok gak suka lihat ibu bicara di lokasi kemarin. Ternyata, di pemerintahan kalau ada Pak Ahok bicara gak boleh dijawab," kata Fitri menirukan kata-kata Kasudin.

Perdebatan ini bermula saat Lurah Pondok Bambu menggunakan beberapa PHL untuk membersihkan flyover di sekitar Banjir Kanal Timur (BKT).

Fitri menganggap itu tidak boleh dilakukan. Alasannya, mereka bekerja untuk Kasudin Pertamanan, bukan untuk Kelurahan Pondok Bambu.

"Lurah Pondok Bambu ambil tim saya kerja, saya lihat tim saya kurang. Kok kurang diambil Pak Lurah," ujarnya.

"Menurut saya dari awal kerja sama Kasudin sesuai dengan aturan mereka (Sudin Pertamanan Jaktim)," kata Fitri yang mengaku justru telah membantu pembenahan BKT.

(LIHAT: Heboh! Ahok Kembali Diulosi oleh Orang Batak)

Lebih jauh lagi, Fitri menilai apa yang dilakukan Ahok ini sangat kejam. Padahal selama ini, Fitri mengaku tidak hanya bekerja sebagai PHL tetapi juga membantu pengumpulan KTP untuk mendukung Ahok maju Pilgub DKI 2017 melalui jalur perseorangan.

"Bantu cari KTP sudah diserahkan 185 KTP. Dari bulan Januari kumpulin. Dapat kebanyakan dari warga Klender. Ayah saya punya tim tapi nantinya ke saya," tutupnya.

Fitri Simanjuntak menunjukkan pengumpulan KTP untuk Ahok/istimewa

Namun Ahok tidak melunak. Dia tetap menuding dia telah melakukan kebohongan.

"Saya kasih tahu, ibu kalau kerja enggak boleh bohongin saya. Kemarin kan bohongin. Saya lihat langsung kok, bolak-balik naik motor kok. Orang kerja kan enggak pakai naik motor bolak-balik," kata Ahok membalas Fitri.

(BACA: Ahok Sudah Diulosi oleh Dua Keluarga Batak Ini)

Ahok menuding, awalnya Fitri mengaku sebagai PNS DKI Jakarta, bahkan menjadi mandor PHL lainnya. Ini yang menjadi dasar Ahok memutuskan memberhentikan kontrak dengan diri warga Klender, Jakarta Timur ini.

"Mana? Terus saya tanya PNS bukan? Bohongin, PNS, pertama, iya kan?" ungkap Ahok.

Tidak mau kalah, Fitri membantah telah mengaku sebagai PNS atau mandor PHL. Menurut Fitri, dia sejak awal mengaku sebagai PHL dari Suku Dinas Pertamanan Jakarta Timur.

"Bapak dengar saya mengaku PNS? Saya bilang PHL. Bapak bilang saya mandor, saya bukan mandor," ujar dia.

"Saya mengkoordinasi pekerjaan PHL yang saya bawa. Tapi saya ikut turun tangan mengerjakan semuanya. Semua hasil kerja saya ada. Saya ikut turun tangan," tegas Fitri.