Tangis Hingga Makian Warnai Rekonstruksi Pembunuhan Aldi Sibarani

Alex Siagian | Kamis, 02 Maret 2017 12:03:00

Rekonstruksi pembunuhan Aldi Sibarani/alex
Rekonstruksi pembunuhan Aldi Sibarani/alex

Setelah sekian hari ditahan di kantor polisi, Mangasa Sibarani (37), tersangka penganiayaan dan pembunuhan anak kandungnya Aldi Sibarani (10), dibawa ke kampungnya di Desa Aeklung, Kecamatan Dolok Sanggul, Kabupaten Humbahas, Sumut, Kamis (2/3) pagi. 

Dikawal sejumlah petugas, Mangasa diminta melakukan rekonstruksi aksi kejahatannya di tempat kejadian perkara (TKP) guna melengkapi berkas perkara kepolisian.

Rekonstruksi yang berlangsung persis di  tepi jalan Desa Aeklung, sontak membuat tersangka disoraki oleh warga sekitar yang ramai menyaksikan adegan itu dengan emosi. 

Ada yang menangis dan tak sedikit yang sampai melontarkan makian. "Hukum mati aja, Pak," ujar warga yang disambut sorak menghujat oleh warga lain.

"Tanda do binatang ho, sappe songoni pambahenan mu tu gelleng mu (Dasar kau binatang, sampai segitunya kau buat sama anak mu," ujar seorang ibu yang berada di kerumunan massa.

Rekonstruksi yang diikuti langsung oleh Kasi Pidum Kejari Humbahas, B.T.P Siregar, unsur Uspika kecamatan Dolok Sanggul dan petugas, memperagakan 35 adegan. 

Dimulai dari saat tersangka menyuruh korban membeli rokok di rumahnya, hingga adegan terakhir saat tersangka mencuci mobilnya dari bercak darah.

Apa saja adegannya?