Status Facebook Hina Agama Picu Bentrok Antarkampung di Tapsel

Jordan Silaban | Selasa, 20 September 2016 19:09:09

Ilustrasi bentrok/blogspot
Ilustrasi bentrok/blogspot

Hati-hati dalam menggunakan media sosial. Sebab, jika tidak, hal-hal yang tidak diinginkan bisa terjadi dan merugikan siapa saja.

Seperti yang dilakukan pemilik akun Facebook TDS. Statusnya yang menghina agama tertentu memicu bentrokan antarkampung di perbatasan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dengan Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara (Sumut).

Akibatnya, sedikitnya 4 warga Desa Aek Badak Julu, Kecamatan Sayur Matinggi, Tapsel terluka dalam insiden tersebut. Bahkan, ada yang mengalami luka tembak. 

(BACA: Insiden Warteg Ibu Saeni Takkan Terjadi di Medan yang Toleran)

Sementara 4 unit rumah di Desa Huta Pardomuan, Sayur Matinggi, Tapsel, juga dirusak. 

"Hingga saat ini korban jiwa nihil. Situasi kamtibmas sudah aman, terkendali dan kondusif," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Rina Sari Ginting, Selasa (20/9). 

Gara-gara status yang menghina agama tertentu itu, massa melakukan konvoi mencari pemilik akunl TDS yang dikabarkan merupakan putra anggota DPRD Tapsel.

"Ada postingan di Facebook, seseorang membuat status bernuansa provokasi pada kelompok tertentu, lalu awalnya kelompok ini mencari orang yang identitasnya di akun Facebook itu. Sebenarnya TDS sudah dimintai keterangan di Polres Tapsel. Namun, dia membantah memposting status itu. Alasannya, akunnya sudah di-hack. Polres Tapsel dan Cyber Crime Polda Sumut sudah melakukan penyelidikan untuk mencari pelaku," jelas Rina. 

(BACA: Peluk dan Tangis Mensos untuk Korban Sinabung di Gereja Karo)

Senin (19/9) sekitar pukul 21.00 WIB, sekitar 60 warga Sihepeng, Kecamatan Siabu, Madina, konvoi mengendarai sepeda motor melakukan penyerangan ke Desa Huta Pardomuan, Kecamatan Sayur Matinggi, Tapsel. Penyerangan itu dihalau Personel Polres Madina yang sebelumnya telah siaga di lokasi.

Sekitar pukul 22.30 WIB, warga Desa Aek Badak Julu, Sayur Matinggi, Tapsel ikut melakukan penyerangan ke Desa Huta Pardomuan. Mereka diduga ikut terprovokasi pergerakan masyarakat Sihepeng. Penyerangan ini dihalau personel Polres Tapanuli Selatan dan Kodim 0212/TS.

Saat ini, tidak kurang dari 630 personel aparat keamanan siaga di sana. "Dari Polres Tapsel dikerahkan 100 personel, Polres Mandailing Natal 100 personel, Polres Kota Padangsidimpuan 30 personel, Brimob Den C Maragordong Sipirok 250 personel dan dari rekan kita TNI sebanyak 150 personel," papar Rina.

Dia mengimbau agar masyarakat tidak terpancing dengan isu yang belum tentu kebenarannya. "Kita juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan provokasi berbau SARA," pungkas Rina.