Siswi Hilang di Danau Toba Sudah Ditinggal Orangtua Sejak 3 Bulan

Alex Siagian | Kamis, 01 Desember 2016 11:12:44

Enjelika Manurung memakai seragam sekolah/istimewa
Enjelika Manurung memakai seragam sekolah/istimewa

Enjelika Manurung bernasib malang. Siswi SMP berusia 14 tahun itu hilang di pantai pasir putih, Danau Toba, Desa Parparean I Kecamatan Porsea, Tobasa, Rabu (30/11) siang. 

Hingga hari ini, Kamis (1/12) ia belum juga ditemukan. Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah  (BPBD) Tobasa dan Basarnas (Badan Sar Nasional) masih terus melakukan pencarian.

Di tengah pencarian korban, kisah miris terdengar ternyata Enjelika Manurung nyaris tak pernah merasakan kasih sayang orang tuanya. 

Saat usianya 3 bulan, dia dan kembarannya, Enjelita sudah dibawa oleh ompungnya dari Jakarta ke Desa Sihiong, Kecamatan Bonatua Lunasi, Tobasa. Sejak itulah, ia dirawat dan dibesarkan oleh ompungnya. Sementara ayah dan ibunya masing-masing sudah menikah lagi.

"Sejak itu ia dirawat dan dibesarkan oleh ompungnya sampai sekarang," sebut Sianturi, amangboru (paman) korban yang ditemui di lokasi kejadian, Kamis (1/12) pagi.

Ompung Boru dan saudara kembar Enjelika, Enjelita histeris/batakgaul

Sementara, ompung Boru Sinurat (ibu dari ayah) korban terlihat terus menangis dan memanggil-manggil nama cucu yang ia besarkan sejak usia 3 bulan itu.

"Amang Enjelika, mulak ma ho inang. Nga ro be bapam, dang pola be ikkon teleponon mu bapak ale Enjelika, mulak ma ho inang. (Ya Enjelika, pulanglah kau Nak. Ayahmu sudah datang, tidak perlu lagi kau telepon ayahmu. Ayah mu sudah di sini sekarang. Pulang lah inang)," jerit Boru Siburat sambil memeluk anaknya (ayah Enjelika).

Beberapa keluarga tampak terus menenangkan Boru Sinurat dari tangisnya, sambil terus berdoa.

"Sian na metmet ho hu pagodang-podang. Mulak ma ho Enjelika. Nga sabas be ho na marlange i, nga sadari saborngin ho di tao i. Ngalion ho annon inang, mulak ma ho Enjelika. Molo hu boto marlange, nga hu langei tao i mangalului ho. (Dari kecil kau ku besarkan. Pulanglah Enjelika, sudah puas kau yang berenang itu, sudah satu hari satu malam kau di danau itu. Pulanglah inang, kedinginan kau nanti. Kalau saja aku bisa berenang, sudah ku cari kau ke danau itu)," ujar Boru Sinurat terus menangis.