Simanjuntak dan Sianipar, Dua Korban Penipuan Ramadhan Pohan

Jordan Silaban | Rabu, 20 Juli 2016 15:07:01

Ramadhan Pohan/twitter
Ramadhan Pohan/twitter

Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) membenarkan pihaknya telah menangkap politikus Partai Demokrat, Ramadhan Pohan, di rumahnya di Jakarta, Selasa (19/7) malam.

Mantan calon wali kota Medan itu diduga menipu dan menggelapkan dana yang dia pinjam untuk kepentingan kampanye Pilkada Kota Medan 2015.

Kabid Humas Polda Sumu Kombes Pol Rina Sari Ginting mengatakan ada dua pihak yang mengadukan Ramadhan Pohan.

Pertama atas nama LHH Sianipar yang meminjamkan uang sebanyak Rp 4,8 miliar kepada Ramadhan Pohan dengan dijanjikan pengembalian satu pekan.

Demi meyakinkan korban, mantan anggota DPR tersebut menyerahkan cek dengan nilai serupa yang dapat dicairkan sepekan ke depan.

Tak disangka, saat cek dicairkan, ternyata dananya tidak ada, sehingga korban merasa ditipu mantan Pemimpin Redaksi Jurnal Nasional itu.

(BACA JUGA: Diberitakan Ditangkap Polda Sumut, Ramadhan Pohan Sebut Ada Modus)

Spanduk Ramadhan Pohan saat pencalonan Pilkada Kota Medan 2015

Adapun pihak kedua atas nama M Simanjuntak yang meminjamkan dana sebanyak Rp 10,5 miliar. Modus yang dilakukan Ramadhan terhadap Simanjuntak sama dengan yang dia lancarkan terhadap Sianipar.

Setelah menerima pengaduan kedua korban, Polda Sumut melakukan penyelidikan dan berupaya memanggil Ramadhan Pohan yang sudah ditetapkan menjadi tersangka untuk dimintai keterangan.

Namun dalam dua kali pemanggilan, Ramadhan Pohan tidak hadir ke Mapolda Sumatera Utara dengan alasan sakit.

(BACA JUGA: Di Medan, Mobil Perwira Polisi pun Dimaling!)

Karena itu, penyidik Polda Sumut memanggil paksa Ramadhan Pohan dengan menjempt ke rumahnya di Jakarta untuk menghadiri pemeriksaan.

"Pak RP (Ramadhan Pohan) tiba di Mapolda Sumatera Utara tadi (Selasa, 19/7) malam pukul 24.00 WIB,” katanya seperti dikutip Antara.

Penyidik menyangkakan pelanggaran Pasal 378 KUHPidana tentang penipuan dan Pasal 372 KUHPidana tentang penggelapan terhadap Ramadhan Pohan.