Sibarani Aniaya Anak Sendiri Sampai Mati karena Cemburu Istri

Alex Siagian | Rabu, 22 Februari 2017 13:02:19

Tersangka Mangasa Sibarani (kiri) dan korban, Aldi Sibarani (kanan)/istimewa
Tersangka Mangasa Sibarani (kiri) dan korban, Aldi Sibarani (kanan)/istimewa

Ada latar belakang asmara terlarang di balik penganiayaan Aldi Sibarani (10) sampai tewas oleh Mangasa Sibarani, ayahnya sendiri. Emosi pelaku terhadap korban dipicu kecemburuannya terhadap sang istri.

Kapolres Humbahas AKBP Nicholas Lilipaly menjelaskan selama ini diketahui pelaku dan Istrinya telah pisah ranjang sejak 2 tahun terakhir. 

"Mangasa menetap di kampung bersama korban dan bekerja sebagai sopir angkot, sedangkan istrinya bekerja di Medan sebagai penjahit bersama anak bungsu dan anak sulungnya,” ujar Nicholas dalam siaran persnya di Mako Polres Humbang, Rabu (22/2) pagi.

Seminggu sebelum hilangnya korban, istri pelaku diketahui pulang ke kampung ke Humbahas. Sedangkan anaknya paling bungsu, Andre Sibarani (4), sudah bersama ayahnya sejak 2 bulan terakhir karena hendak masuk TK. 

Pada hari Minggu (12/2) itu sekira pukul 10.00 Wib pagi, istrinya berpamitan untuk pulang ke Medan menjemput barang-barangnya sekaligus menjemput anak mereka yang sulung, untuk kemudian kembali ke kampung dan hidup bersama dengan suaminya. 

Ketika itu, Aldi mengantarkan ibunya ke loket bus untuk mengambil mobil kembali ke Medan. "Namun setelah korban pulang ke rumah, pelaku kemudian menanyai korban ibunya diantar kemana,” kata Nicholas. 

Saat itu korban mengaku jika ia mengantar ibunya ke samping Polsek Dolok Sanggul yang nota bene bukan loket bus.

"Mendengar jawaban itu, pelaku kian curiga jika istrinya selingkuh. Namun pelaku coba menenangkan diri,” ujar Nicholas.

Kecemburuan inilah yang memicu pelaku emosi kepada Aldi, setelah anak nomor duanya itu tak kunjung pulang setelah disuruh membeli rokok. 

Lalu, bagaimana selanjutnya?