Setelah Teror Bom, Gereja St Yosep Medan akan Dipasang CCTV

Jordan Silaban | Selasa, 30 Agustus 2016 05:08:54

Gereja Santo Yosep di Medan pasca-teror bom/twitter
Gereja Santo Yosep di Medan pasca-teror bom/twitter

Setelah insiden teror bom terjadi pada misa Minggu (28/8), Gereja Santo Yosep di Jl Dr Mansyur, Medan akan dipasangi 'closed-circuit television" (CCTV). Ini agar agar suasana dan keamanan rumah ibadah umat Katolik itu terpantau.

"Mudah-mudahan, dengan adanya kamera CCTV, jemaat dapat dipantau dan juga diawasi," ujar kata Ketua Dewan Pastoral Gereja Katolik Stasi Santo Yosep Medan Benar Ginting kepada wartawan, seperti dikutip Antara, Senin (29/8).

Menurut Ginting, selama ini gereja tersebut memang tidak memiliki alat kamera pemantau.

Dia mengatakan, jumlah kamera CCTV yang akan dipasang empat unit.

(LIHAT: 7 Meme Soal 'Anak Medan' Ini Pasti Bikin Kalian Terbahak-bahak)

Gereja Santo Yosep Medan sesaat setelah teror bom/FB:K-3

Ginting menyebutkan, setelah petugas kepolisian pada Senin (29/8) selesai melaksanakan olah tempat kejadian perkara, sehingga jemaat dapat melaksanakan ibadah seperti biasa.

Jemaat diharapkan sudah bisa melaksanakan ibadah pada Minggu depan, tanpa rasa khawatir.

"Seluruh areal di gereja katolik tersebut, dalam keadaan aman dan sudah diseterilkan oleh petugas kepolisian. Tidak ada masalah lagi," katanya.

(LIHAT VIDEO: Stand-Up Comedy Anak Medan Ini Pasti Buat 'Halak Hita' Tertawa!)

Sebelumnya, seorang pemuda menyerang pastor di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep di Jalan Dr Mansyur Medan dengan sebuah pisau sambil membawa tas yang diduga berisi bom, Minggu (28/8).

Menurut kepolisian, pelaku juga berniat membunuh seorang rohaniawan dalam serangan di gereja tersebut.

Usai berdialog dengan sejumlah saksi, Direktur Reskrim Umum Polda Sumut Kombes Pol Nur Falah mengatakan, pelaku berinisial Ivan Armadi Hasugian (18) masuk dan berpura-pura mengikuti misa di gereja tersebut.

Ketika Pastor Albert S Pandiangan akan memberikan homili (khotbah) pelaku mengejarnya hingga ke altar.

Pelaku berupaya melukai pastor tersebut dengan pisau yang dibawanya, tetapi hanya mengenai bagian tangan.

Pelaku juga membawa sebuah tas yang berisi benda yang diduga bom, tetapi tidak meledak. Tas tersebut hanya mengeluarkan api dan asap.