Seniman Batak Kumpul Bahas Toba Literacy and Arts Festival

Laurencius Simanjuntak | Rabu, 18 Oktober 2017 22:10:16

Hardoni Sitohang dkk bermain Gondang Hasapi di FGD Toba Literacy and Arts Festival (TLAF)
Hardoni Sitohang dkk bermain Gondang Hasapi di FGD Toba Literacy and Arts Festival (TLAF)

Puluhan seniman Batak berkumpul untuk menghadiri focus group discussion (FGD) di Jakarta, Rabu (18/10). Diskusi ini sebagai persiapan Toba Literacy and Arts Festival (TLAF) yang akan digelar di Balige, Kabupaten Tobasa, Sumut, awal 2018 mendatang.

Mereka yang hadir dari pegiat musik antara lain Viky Sianipar, Hardoni Sitohang, Irwansyah Harahap, Rizaldi Siagian, Markus Sirait dan Iranhas Ambarita. Sementara dari pegiat sastra/literasi dan budaya antara lain Monang Naipospos, Saut Poltak Tambunan, Manguji Nababan, Thompson HS, Togu Simorangkir dan Hotman J Lumban Gaol (Hojot Marluga).

Direktur TLAF Deddy Sitorus mengatakan, festival literasi dan seni ini perlu dilakukan untuk mendukung pengembangan kawasan wisata Danau Toba yang sedang dilakukan Presiden Jokowi.

“Jadi ekosistem wisatanya harus dibentuk dulu. Harus ditopang oleh kebudayaan,” kata Deddy dalam diskusi.

Deddy mengambil contoh Bali bisa menjadi destinasi wisata yang maju saat ini karena budaya masyarakatnya melekat dalam kehidupan sehari-hari.

“Bagaimana caranya di kita orang lahir, pesta kawin, meninggal, mangokal holi (menggali tulang belulang) bisa menarik bagi wisatawan,” kata Deddy.

Koordinator TLAF, Hasudungan Sirait, mengungkap data Kementerian Pariwisata bahwa kebanyakan alasan wisatawan mancanegara plesir ke Indonesia adalah karena atraksi budayanya.

“Kalau cuma wisata alam, danau, dua tiga malam orang pasti akan bosan. Tapi kalau kebudayaan, wisatawan akan betah berlama-lama karena menyatu dengan kehidupan masyarakat sekitar,” ujar Hasudungan.

Seluruh seniman dalam FGD kali ini sepakat untuk memajukan seni dan literasi di kawasan wisata Danau Toba. Caranya dengan mencetak insan-insan kreatif di bidang seni dan literasi di sekitaran danau vulkanis terbesar di dunia.

Setelah di Jakarta, rencananya FGD juga akan digelar di Medan. Kemudian dilanjutkan dengan acara workshop pada Desember mendatang, sebelum akhirnya pada acara puncak pada Maret 2018.