Sempat Tinggalkan Anak, Ini Wajah Ayah Radja dan Riana Nainggolan

Coky Simanjuntak | Selasa, 17 Mei 2016 08:05:46

Marianus Nainggolan/FB-Twitter
Marianus Nainggolan/FB-Twitter

Sosok Marianus Nainggolan, ayah dari Radja dan Riana Nainggolan, cukup membuat banyak warga Indonesia, khususnya orang Batak penasaran. Bagaimana tidak, darah Batak yang mengalir dalam tubuh dua pesebakbola kelas dunia berasal dari pria satu ini.

Amang Nainggolan ini memang jarang tampil di muka umum. Pria berkulit gelap tersebut hanya tampil sesekali saat anaknya merumput di lapangan hijau.

Namun, lewat penelusuran digital Selasa (17/5), Batakgaul.com menemukan sosok Marianus Nainggolan pada dua frame foto.

Frame pertama saat Marianus berpose bersama Radja, namun dengan wajah tidak terlalu jelas karena menunduk. Namun, pada foto kedua, wajahnya cukup jelas terekam kamera. Foto itu diambil Marianus menonton sebuah pertandingan di Gelora Bung Karno, Jakarta, beberapa waktu silam.

Tinggalkan Anak

Sosok Marianus Nainggolan semakin membauat penasaran karena dia pernah meninggalkan Radja dan Riana pada usia 5 tahun. Karena pernah ditinggalkan selama belasan tahun, Radja mengakui, tidak terlalu dekat dengan ayahnya itu.

Riana dan Radja Nainggolan/Twitter: @RianaNainggo

Baru pada Desember 2007 atau saat umur Radja 18 tahun, sang ayah menemuinya. Dia bertolak dari Bali ke Piacenza, kota tempat tinggal Radja kala itu.

"Di Jakarta kami juga berjumpa dua kali," kata Radja saat berkunjung ke Indonesia pada 2013 silam.

Radja mengakui, ada perasaan kosong dan vakum selama belasan tahun setelah ditinggal ayah tercinta. "Tetapi kembali terisi setelah tiga pekan bersama," ucap Radja kepada Eka Tanjung dari sepakbolanda.com.

Bagi Radja dan Riana, orangtua memiliki peran penting. Saudara kembar itu mengenang, sang ayah dulu kerap mengajak mereka bermain sepak bola sejak usia empat tahun.

Sang ibu, Lizi Bogaerts yang asli Belgia, juga mendukung anak-anaknya bermain sepakbola. Namun sayang, Lizi tidak bisa menyaksikan kesuksesan anak kembarnya, karena sudah lebih dulu berpulang karena penyakit kanker pada 2010.

“Sebelum mengembuskan nafas terakhir, ibu menitipkan saya agar menjaga adik dan semua keluarga. Saya tidak ingin mengecewakan ibu,” tutur Radja yang pernah mengatakan takkan pernah lupa bahwa dia berdarah Indonesia.