Sebelum Jokowi Datang Lagi, Danau Toba Harus Bersih dari Keramba!

Jordan Silaban | Jumat, 27 Mei 2016 09:05:16

Presiden Jokowi menikmati keindahan Danau Toba, Maret 2016/Setpres
Presiden Jokowi menikmati keindahan Danau Toba, Maret 2016/Setpres

Setelah kunjungan pada Maret lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali akan menyambangi Danau Toba, Sumatera Utara, pada Desember mendatang. Kunjungan ini untuk menengok sejauh mana perkembangan pembangunan wisata di danau vulkanis terbesar dunia itu.

Nah, sebelum kedatangan presiden itu, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Sumberdaya, Rizal Ramli, mengultimatum bahwa Danau Toba harus bersih dari keramba ikan.

"Keramba ikan harus bersih sebelum kunjungan Bapak Presiden Joko Widodo ke Danau Toba, Desember tahun ini," tegas Rizal pada acara 'Malam Budaya Menyongsong Badan Otorita Danau Toba' di Jakarta, seperti dikutip Antara, Rabu (27/5).

Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh masyarakat Batak, antara lain Cosmas Batubara, Akbar Tandjung, dan Cornel Simbolon serta tujuh bupati dari tujuh kabupaten yang berada di sekitar Danau Toba. Hadir pula dalam acara Gubenur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi.

"Saat ini banyak keramba ikan di Danau Toba, baik milik perusahaan maupun milik rakyat. Setiap hari ratusan ton pakan ikan yang tidak termakan mengotori dan membuat air Danau Toba menjadi bau," tegasnya Rizal lagi.

Rizal mengatakan kebijakan ini tidak akan mematikan mata pencaharian warga sekitar. Sebab, para nelayan akan diajarkan teknologi budidaya dan penangkapan ikan yang ramah lingkungan dan tidak mengotori danau.

(BACA: Senyum Sikitlah Demi Danau Toba Rasa Eropa)

Pembersihan Danau Toba dari keramba ikan merupakan yang pertama dari sembilan langkah pemerintah dalam mewujudkan Danau Toba sebagai 'Monaco of Asia'. Beberapa langkah lain di antaranya perbaikan dan pembangunan infrastruktur jalan dan bandar udara.

Rizal melanjutkan, keindahan panorama Danau Toba selama ini telah dikotori oleh banyaknya keramba ikan. Parahnya lagi, pakan ikan yang mengotori danau membuat wisatawan enggan berenang di danau.

Hal ini, kata Rizal, menjadi ironis ketika di satu sisi wisatawan ingin menikmati keindahan dan keheningan danau hasil letusan gunung super vulkanik sekitar 70.000 tahun lalu itu, tapi di sisi lain air kotor dan bau membuat wisatawan enggan merasakan kesejukan airnya.

Menko Kemaritiman dan Sumber Daya, Rizal Ramli/maritim.go.id

Pada malam itu, tujuh bupati atau yang mewakili menandatangani kesepakatan untuk mendukung pembentukan Badan otorita Danau Toba, di mana para bupati itu merelakan sebagian kewenangannya kepada Badan Otorita.

Soal penyusunan Perpres Badan Otorita Danau Toba, kata Rizal, saat ini dalam tahap penyelesaian dan diharapkan dalam waktu segera dapat diselesaikan, sehingga badan dapat bekerja.

Saat ini ada beberapa perusahaan yang mengusahakan pembesaran ikan di Danau Toba, di antaranya perusahaan Aquafarm Nusantara di perairan di sekitar Desa Hutaginjang. Keramba perusahaan asing asal Swiss ini dapat dilihat di sebelah kiri kalau berlayar dari Parapat menuju Tomok, Samosir.

Aquafarm Nusantara mengelola keramba ikan nila dengan tujuan ekspor ke berbagai negara seperti Jepang. Perusahaan ini sudah beroperasi sejak puluhan tahun yang lalu, namun masyarakat sekitar mengeluhkan ketidaksediaan perusahaan untuk menyediakan air bersih.

Sementara itu, keramba ikan milik rakyat banyak ditemukan di sekitar Haranggaol, yang baru-baru ini pernah mengalami ratusan ton ikan mati karena kekurangan oksigen.

SPONSORED
loading...