Satu Pesawat Dikirim ke Sumut untuk Bikin Hujan Buatan

Jordan Silaban | Jumat, 30 September 2016 11:09:37

Pesawat cassa/blogspot
Pesawat cassa/blogspot

 

Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Riau mengaku, satu unit pesawat Cassa dipastikan akan membantu upaya Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di Sumatera Utara (Sumut).

Wakil Komandan Satgas Penanggulangan Karhutla Provinsi Riau, Edward Sanger, mengatakan pesawat Cassa dengan registrasi PK-PCT telah dikirim ke provinsi Sumatera Utara.

"Per Minggu (25/9), satu dari total dua unit Cassa kita dilaporkan telah diperbantukan ke Sumut untuk percepat proses turun hujan melalui modifikasi cuaca,” katanya seperti dikutip Antara, kemarin.

Dia merinci, pesawat yang diperbantukan ke Sumut tersebut telah melakukan operasi 40 sortie atau serangan dadakan dalam istilah penerbangan dan menabur 40.000 kilogram garam.

Satu unit pesawat Cassa seri 200 dengan registrasi A-2107 sampai Minggu (25/9) telah melakukan satu sortie dengan menabur 800 kilogram garam pada wilayah udara Kabupaten Rokan Hulu serta Kabupaten Kampar.

Hingga Selasa (27/9), pesawat itu juga satu sortie dengan menyemai 800 kilogram garam di wilayah udara Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Rokan Hilir, serta total telah menabur 21.600 kilogram garam.

"Total dua pesawat jenis Cassa tersebut hingga 27 Semptember 2017, tercatat telah semai 61,6 ton garam pada wilayah udara di Riau," jelasnya.

Edward mengatkan, program modifikasi cuaca dilakukan bekerjasama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) guna mempercepat turunnya hujan.

Terutama pada wilayah kabupaten/kota terdapat di pesisir Riau seperti Rokan Hilir, Dumai, Bengkalis, Siak, Pelalawan, dan Indragiri Hilir.

Data terakhir, hingga kini 3.734,01 hektare lahan terbakar dengan menetapkan 93 orang tersangka dari 73 kasus, 2 kasus diantaranya dugaan dilakukan korporasi.

"Kita masih punya cadangan garam lagi, tercatat 13.880 kilogram dengan peruntukan disemai," katanya.

40 Titik Panas

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Rabu (28/9) melaporkan, 40 titik panas di Sumatera dengan sebagian besar berada di Provinsi Sumatera Utara.

"Pagi ini satelit deteksi 40 titik panas di Sumatera. Jumlah ini sama seperti kemarin sore dengan terkosentrasi di Sumatera Utara," ucap Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Pekanbaru, Slamet Riyadi.

Dia menyebut, 30 titik panas terpantau berada di Sumatera Utara dengan wilayah terbanyak di Kabupaten Padang Lawas 20 titik atau daerah perbatasan dengan Provinsi Riau.

Sisanya 10 titik lagi di provinsi tetangga Riau itu, rincinya, berada pada empat kabupaten yakni Humbang Hasundutan, Karo, Tapanuli Selatan dan Tapanuli Utara.

Di Riau sendiri, terdapat tiga titik panas, lalu di Sumatera Barat terpantau dua titik dan provinsi paling Barat yakni Aceh terdeteksi lima titik.

"Semua titik panas miliki level 'confident' (tingkat kepercayaan) kebakaran hutan dan lahan di atas 50 persen sesuai rilis Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional," katanya.