Sastrawan Panusunan Simanjuntak Raih Hadiah Sastra Rancage 2018

Huyogo Simbolon | Jumat, 02 Februari 2018 10:02:19

Panusunan Simanjuntak/Foto: bataktextiles.blogspot.co.id
Panusunan Simanjuntak/Foto: bataktextiles.blogspot.co.id

Tujuh sastrawan menerima hadiah Sastra Rancage 2018. Tahun ini, sastrawan yang meraih penghargaan Rancage untuk karya sastra Batak adalah Panusunan Simanjuntak dengan karyanya berjudul Bangso na Jugul Do Hami (Kami yang Keras Kemauan).

Ketua Dewan Pembina Yayasan Kebudayaan Rancage, Ajip Rosidi mengatakan, dalam bahasa Batak Toba ada lima judul yang diterbitkan selama 2017. Dua novel, dua kumpulan cerpen dan satu kumpulan sajak.

"Semuanya dalam bahasa Batak Toba padahal bahasa Batak kan ada bermacam-macam," kata Ajip di acara "Ajip Rosidi Delapan Puluh Tahun" di Perpustakaan Ajip Rosidi, Kota Bandung, Rabu (31/1).

(DOWNLOAD: Aplikasi Jodoh Batak di Sini!)

Kelima buku Bahasa Batak Toba setelah ditimbang cermat, ternyata roman yang dua tidak kalah bagus dengan pendahulunya yang dua yang sudah mendapatkan hadiah Rancage.

Kumpulan sajak karya Panusunan Simanjuntak berjudul Bangso na Jugul Do Hami memuat sajak 75, yang berdendang rindu sekaligus pedih atas keindahan tanah kelahiran penulis Tanah Batak dan kesentosaan hidup penduduknya makin merosot di segala bidang.

“Kumpulan sajak ini mengingatkan pembaca pada puisi-puisi ratapan atau elegi yang dianggap klasik seperti 'Priangan si Jelita' Ramadhan KH, 'Romancero Gitano' karya Federico Garcia Lorca, 'Dover Beach' Matthew Arnold atau 'Elegy Written in a Country Churchyard' Thomas Gray,” jelas Ajip.

Pada bagian judul terasa sekali menggapai simpul besar dengan merujuk pada watak dasar masyarakat Batak Toba.

Lalu, siapa Panusunan Simanjuntak?