Resmi Menjabat, Kapoldasu Irjen Paulus Waterpauw Diulosi

Coky Simanjuntak | Minggu, 09 Juli 2017 10:07:00

Kapoldasu Irjen Paulus Waterpauw dan istrinya, Roma br Pasaribu diulosi/FB
Kapoldasu Irjen Paulus Waterpauw dan istrinya, Roma br Pasaribu diulosi/FB

Acara pisah sambut Kapolda Sumatera Utara (Kapoldasu) diwarnai berbagai adat nusantara, tak terkecuali adat Batak. Hal itu tampak saat Kapoldasu yang baru, Irjen Paulus Waterpauw diulosi bersama sang istri yang merupakan boru Batak, Roma Pasaribu.

Ulos disematkan oleh pejabat lama Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel sesaat begitu Paulus dan istrinya tiba di Mapolda Sumatera Utara di Medan, seperti dikutip Antara Sabtu (8/7). Turut hadir juga Wakapoldasu Brigjen Pol Agus Andrianto.

Selain penyematan ulos, penyambutan Paulus juga diwarnai Tari Serampang 12 yang merupakan budaya etnis Melayu dalam menyambut tamu kehormatan.

Kemudian digelar juga tarian etnis Karo, Tarian Sigale-gale yang merupakan tarian semangat perjuangan.

(DAPATKAN KAOS: NKRI Harga Mati, Batak Harga Diri)

Usai penyambutan secara adat tersebut, Paulus menuju Aula Tri Brata untuk menerima laporan satuan dari seluruh satuan kerja dan satuan wilayah di jajaran Polda Sumut.

Irjen Pol Paulus Waterpauw dilantik menjadi Kapolda Sumut oleh Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian di Mabes Polri Jakarta, Jumat (7/7) menggantikan Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel yang dipromosikan menjadi Gubernur Akademi Kepolisian.

Paulus lahir di Fakfak, Papua Barat pada 25 Oktober 1964. Perwira tinggi yang menjabat Wakil Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Polri sejak 18 April 2017 ini dikenal sangat berpengalaman dalam dunia intelijen.

Meski lahir di Fakfak, pada usia 10 tahun Paulus sudah pindah ke Surabaya, Jawa Timur. Dia menyelesaikan pendidikan di Akpol pada tahun 1987.

(BACA: Profil Lengkap Kapoldasu Irjen Paulus Waterpauw)

Lulus dari Sespim Polri, Paulus kembali ke tanah kelahirannya dan dipercaya menjabat sebagai Kapolres Mimika, saat di wilayah itu kerap terjadi perang suku. Namun, tak lama setelah bertugas di Mimika, konflik dua warga pun reda. Dua tahun menjabat Kapolres Mimika, kemudian dipercaya menjabat Kapolresta Jayapura.

Kariernya terus melesat dan kemudian menjabat Kapolda Papua Barat (2014) dan Kapolda Papua (2015).