Rayakan Ultah Teman, Enjelika Manurung Hilang Ditelan Danau Toba

Alex Siagian | Rabu, 30 November 2016 19:11:05

Saur Boru Manurung, ompung boru korban histeris/batakgaul
Saur Boru Manurung, ompung boru korban histeris/batakgaul

Insiden anak tenggelam kembali terjadi di Danau Toba. Kali ini yang menjadi korban adalah Enjelika Manurung (14), warga Desa Sihiong, Kecamatan Bonatua Lunasi, Tobasa. 

Boru Manurung itu terseret arus Danau Toba dan menghilang saat bermain-main bersama teman-temannya di pantai pasir putih, Desa Parparean I, Kecamatan Porsea, Tobasa, Rabu (30/11) siang sekira pukul 13.30 WIB.

Menurut informasi yang dihimpun, sepulang sekolah korban bersama 5 teman sekolahnya datang ke lokasi untuk merayakan ulang tahun temannya, Rista Mora Sitorus (13), warga Desa Silamosik Kecamatan Bonatua Lunasi. 

Setiba di lokasi, korban bersama dua rekannya yakni Putri Tobing (12) dan Rama Naiborhu (14) bermain di pantai sambil berenang. Sedangkan 3 temannya yang lain memilih duduk-duduk di warung, tak jauh dari bibir pantai. 

Ketiganya sempat berjalan-jalan di air dengan kedalaman sekira 50 cm, atau sekira 50 meter dari bibir pantai. Namun ketiganya tiba-tiba tertarik arus air hingga ke dalam danau.

(BACA: Ompung Korban Tenggelam di Danau Toba: Mulak Ma Ho, Ngalian Annon)

Saur Boru Manurung, ompung boru korban histeris/batakgaul

Saat itu, kedua teman korban menjerit-jerit minta tolong. Jeritan mereka didengar oleh seorang ibu yang sedang bekerja melakukan penimbunan, tak jauh dari lokasi itu. 

Mendengar jeritan itu, ibu-ibu tersebut kemudian memanggil Hisar Napitupulu, pemilik warung yang tak jauh dari lokasi.

(BACA: Dukun Ini Lakukan Ritual Cari Enjelika yang Ditelan Danau Toba)

Hisar kemudian berlari ke danau sambil membawa bambu sekira 10 meter. Dia kemudian mengulurkan kayu itu kepada kedua teman korban dan menariknya ke pinggir pantai, namun korban tidak terlihat lagi.

"Saat itu ada pekerja saya yang mendengar jeritan minta tolong. Lalu pekerja saya itu memanggil saya, saya langsung lari ke danau bawa bambu. Lalu bambu itu saya ulurkan sama mereka yang kemudian saya tarik ke pinggir pantai. Tapi saat itu korban nggak ada lagi, awalnya saya pikir cuma mereka berdua," ujar Hisar.

"Mana kawan kami satu lagi, tadi kami tiga orang," ujar Hisar mengulang jeritan kedua teman korban saat itu. 

Selanjutnya Hisar bersama warga lain coba menyisir bibir pantai, namun tidak berhasil menemukan korban.

Pihak BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Tobasa yang mendapat informasi langsung menurunkan tim penyelam dan 1 unit speed boat untuk mencari korban. 

Lokasi yang sepi dan jauh dari pemukiman ini langsung dikerumuni warga sekitar. Pantauan wartawan, di lokasi wisata ini hanya ada satu warung, sedangkan pemukiman warga berjarak sekira 1 Km dari lokasi pantai.