Putra Batak Abdon Nababan Raih Ramon Magsaysay Award 2017

Ester Napitupulu | Kamis, 27 Juli 2017 13:07:44

Abdon Nababan (kiri) dan Presiden Jokowi (kanan)/istimewa
Abdon Nababan (kiri) dan Presiden Jokowi (kanan)/istimewa

Satu lagi penghargaan bergengsi diraih putra Batak. Abdon Nababan yang dikenal sebagai aktivis masyarakat adat diganjar Ramon Magsaysay Award 2017 untuk kategori Community Leadership dari seluruh Asia.

Keputusan ini ditetapkan oleh Ramon Magsaysay Award Foundation di Manlia, Kamis (27/7).

Penghargaan sekelas 'Nobel' untuk kawasan Asia ini sebelumnya pernah diraih tokoh-tokoh besar Indonesia, seperti KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Pramoedya Ananta Toer.

(DAPATKAN: Kaos-kaos Batakgaul di Sini)

Abdon Nababan/FB

Menurut keterangan resmi rmaward.asia, Abdon terpilih karena merupakan seorang pemimpin yang membawa perubahan. Keberanian dan advokasi pria kelahiran Huta Pealangge, Siborongborong, 53 tahun silam ini menjadi suara dan wajah bagi masyarakat adat di Indonesia.

“Saya senang dan bangga karena saya mewakili puluhan ribu orang yang selama 24 tahun terakhir berjuang bersama saya dalam gerakan masyarakat adat di Indonesia,” kata Abdon lewat keterangan resmi Alian Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), LSM tempat Abdon mengabdi.

(BACA: Aktivis Abdon Nababan Siap Nyalon Gubsu dari Jalur Independen)

Abdon merupakan pemimpin perjuangan Masyarakat Adat di Nusantara, bahkan sebelum era reformasi. Acara lima-tahunan Kongres Masyarakat Adat Nusantara menunjuknya sebagai Sekretaris Jenderal AMAN untuk dua periode berurut, yaitu 2007-2012 dan 2012-2017. Kini Abdon duduk di Dewan AMAN Nasional 2017-2022 mewakili Region Sumatera.

Di tengah aktivismenya, Abdon juga berencana mencalonkan diri menjadi Gubernur Sumut 2018. Dia akan menempuh jalur independen (nonparpol).

"Bagi para sahabat yang masih belum rela, mohon keikhlasannya untuk saya mengambil jalur berliku yang penuh onak dan duri ini,” kata Abdon lewat akun Facebook-nya, Rabu (12/7).

Keputusan ini, kata Abdon, diambil setelah "galau panjang dan mendapatkan beragam pandangan dari banyak sekali kawan dan ‘lawan' dan petuah-petuah dari para tetua adat.”