Puluhan Warga Tarutung Diserang Chikungunya dan DBD Sekaligus

Jordan Silaban | Jumat, 10 Juni 2016 23:06:28

Ilustrasi nyamuk Aedes aegypti/blogspot
Ilustrasi nyamuk Aedes aegypti/blogspot

Dalam dua pekan terakhir sebanyak 64 warga di Kecamatan Tarutung terjangkit Chikungunya dan Demam Berdarah Dengue. Serangan dua penyakit  sekaligus ini pertama kali terjadi ibu kota Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara tersebut.

"Hingga saat ini, sekitar 60 orang warga Tarutung mengalami penyakit Chikungunya dan empat orang lainnya menderita jenis penyakit yang mirip DBD," kata Kabid Pencegahan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Tapanuli Utara Toni Lumbantobing di Tarutung, seperti dikutip Antara, Jumat (10/6).

Menurut dia, kejadian tersebut pertama kali terjadi sebab biasanya kalau ditemukan kasus Chikungunya, maka penyakit DBD tidak akan ditemukan.

Kondisi itu kemungkinan disebabkan adanya perubahan iklim yang berdampak pada berubahnya ekosistem menjadi penyebab kejadian tersebut.

"Kita masih melakukan evaluasi terkait hal ini untuk memastikan apakah penyakit tersebut baru diderita korban atau merupakan penyakit kiriman yang dialami sebelum korban berada di Tarutung," katanya.

Dia mengimbau agar masyarakat di wilayah itu, khususnya yang berdomisili di Kecamatan Tarutung semakin meningkatkan kebersihan lingkungan sebagai langkah menghindari penyakit Deman Berdarah Dengue dan Chikungunya.

"Hal ini terjadi selama dua minggu terakhir, makanya upaya pemberantasan sarang nyamuk aedes aegypti mau pun ades albopictus sebagai perantara virus penyakit sudah dilakukan dengan pengasapan dan abatisasi," katanya.

Menurut dia, seluruh korban yang terjangkit penyakit, baik penderita DBD mau pun chikungunya sudah mendapatkan pengobatan di Rumah Sakit Umum Tarutung dan sebagian diantaranya sudah dalam proses penyembuhan.

Terkait munculnya dua jenis penyakit tersebut, Dinkes Taput mengaku sudah mengoordinasikan kejadian itu kepada seluruh Kepala Puskesmas untuk ditindaklanjuti dengan arahan dan penjelasan kepada masyarakat luas.

"Untuk chikungunya, obatnya tersedia di seluruh Puskesmas. Sebab, penderitanya cukup mengomsumsi obat-obat simptomatik untuk meredakan gejala. Karena virus penyebab penyakit persendian ini akan hilang dengan sendirinya," katanya.