Pria di Medan Ini Sering Tembakkan Senpi Sampai Tetangga Resah

Jordan Silaban | Selasa, 08 November 2016 17:11:58

Ilustrasi pistol
Ilustrasi pistol

Perilaku Sup (42) sungguh aneh. Warga Jalan Brigjen Zein Hamid, Kelurahan Titi Kuning, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan ini sering menembakkan senjata api di dalam rumahnya.

Akibatnya, tetangga yang merasa resah melaporkannya ke polisi. Tanpa waktu lama, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Utara mengamankan Sup.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Rina Sari Ginting di Medan, Senin, mengatakan penangkapan berawal saat personel Polda Sumut mendatangi rumah tersangka pada 3 November lalu.

Di rumah tersebut, polisi menemukan berbagai jenis senjata, seperti senapan angin, sangkur, mandau, lading Aceh, Samurai Katana, dan Samurai Pedang China.

Ketika memeriksa kamar tersangka, polisi menemukan senjata api jenis Bareta dan peluru hampa sebanyak 100 butir yang disembunyikan dalam kotak senjata.

Dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka, diketahui masih ada senjata jenis air softgun, sangkur, lading Aceh, dan mandau di rumahnya yang lain di Jalan Eka Warni IX Medan Johor.

Dari keterangan tersangka, diketahui tidak ada izin dalam kepemilikan senjata api, amunisi, dan senjata tajam tersebut.

Senjata api jenis bareta dan amunisi peluru hampa sebanyak 100 butir itu dibelinya dari seorang oknum TNI dengan harga Rp7,5 juta pada Desember 2015 sewaktu bekerja di Aceh.

Sedangkan senjata jenis Air softGun dibeli dari Tigers Airsoftgun Shooting Club (TAC) Medan dan dinyatakan penggunaannya untuk menjaga lingkungan di sekitar rumah.

Dari penggeledahan yang dilakukan, pihak kepolisian mengamankan barang bukti berupa satu pucuk senjata api merek Bareta, satu bilah samurai Katana, lima pucuk senjata air softgun, satu bilah lading Mandau, tujuh pucuk senapan angin, dan 65 butir peluru kaliber 7,6 tanpa amunisi.

Kemudian, satu bilah samurai dengan panjang 100 cm, 100 butir peluru hampa, 12 set tombak ikan , satu pucuk senapan angin biasa, dua buah kotak senjata, lima bilah sangkur, satu bilah lading Aceh, dan satu unit tabung gas Scuba pengisi senapan angin.

Tersangka dikenakan dengan pelanggaran Pasal 1 ayat (1) UU RI Nomor 12/Darurat/1951 yang memiliki ancaman hukuman mati.