Politikus Batak Ini Spesial di Mata Luhut Pandjaitan

Coky Simanjuntak | Minggu, 05 Februari 2017 22:02:56

Trimedya Panjaitan dalam peluncuran 2 bukunya/antara
Trimedya Panjaitan dalam peluncuran 2 bukunya/antara

Menko Maritim Luhut Pandjaitan menganggap politikus PDI Perjuangan, Trimedya Panjaitan sebagai orang yang spesial. Sebab, meski tidak lancar berbahasa Batak, Trimedya bisa menjadi salah satu politikus Batak yang terkenal di Jakarta.

“Trimedya ini orang spesial. Orang Batak yang nggak bisa bahasa Batak, datang dari kampung dan menjadi tokoh di Jakarta," ujar Luhut.

Hal itu dikatakan Luhut saat penluncuran dua buku Trimedya berjudul Banteng Senayan dari Medan dan Parlemen dan Penegakan Hukum di Indonesia yang disunting Rahmat Sahid di Jakarta, Minggu (5/2).

Sekretaris Kabinet, Pramono Anung menilai, sebagai orang Batak yang lahir di Medan, Trimedya termasuk kalem dalam bertutur dan bersikap. Namun, jiwa petualang dan tahan banting Wakil Ketua Komisi III DPR itu sangat khas anak Medan.

"Buku Banteng Senayan dari Medan Senayan dari Medan sebenarnya sebuah pergumulan hukum dan politik yang mengisahkan secara detil perjuangan sahabat saya ini yang menggambarkan jiwa petarung dalam rimba raya politik dan hukum di negeri ini,” kata Pramono.

Selain Luhut dan Pramono, peluncuran buku ini dihadiri oleh sejumlah pejabat negara, di antaranya, Ketua Mahkamah Konstitusi Arief Hidayat, Jaksa Agung M Prasetyo, Ketua KY Aidul Fitriciada Azhari, Menkum HAM Yasonna Laoly, Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan, Wakapolri Komjen Pol Syafruddin hingga Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo, serta Hakim Agung MA Gayus Lumbuun dan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah.