Polisi: Sales Kompor Gas di Balige Dikatakan Teroris oleh Oknum

Laurencius Simanjuntak | Selasa, 06 Desember 2016 14:12:07

Polres Tobasa/batakgaul
Polres Tobasa/batakgaul

Kehebohan masyarakat Balige, Tobasa, akhirnya meredup setelah polisi mengklarifikasi bahwa yang 11 orang yang diamankan bukanlah teroris. 

Setelah dilakukan pemeriksaan, 11 orang tersebut adalah sales alat pengaman kompor gas yang berasal dari Lampung.

"Kecurigaan warga di sekitar tempat kontrakan warga Lampung, disebabkan perkataan dari oknum yang tidak bertanggung jawab bahwa mereka adalah teroris yang melarikan diri dari Siborong-borong,” kata Kabid Humas Polda Sumut, Rina Sari Ginting, lewat siaran pers, Selasa (6/12).

Rina kembali menegaskan, sari hasil introgasi dan wawancara yang dilakukan oleh Sat Intelkam Polres Tobasa dan koordinasi dengan Densus 88 AT sampai saat ini belum dapat ditemukan bukti keterlibatan mereka dalam jaringan teroris.

Soal peta yang dirumorkan warga menjadi bagian dari rencana terorisme, Rina juga membantahnya. 

"Peta lokasi mereka untuk berjualan alat pengaman kompor gas dibuat oleh Nazaruddin dan peta tersebut dibuat untuk mempermudah kerja mereka di lapangan,” ujarnya.

Seperti diberitakan, 11 orang diamankan dari sebuah rumah kontrakan di Balige, Tobasa, Senin (5/12) malam. Mereka kini menjalani pemeriksaan 1 x 24 jam di Polres Tobasa.