Pohon Durian yang Ditanam Jokowi di Porsea 'Hilang' Tak Berbekas!

Alex Siagian | Kamis, 15 Desember 2016 09:12:38

Presiden Jokowi saat penanaman pohon durian 20 Agustus 2016 (kiri) dan pohon itu kini hilang (kanan)/batakgaul
Presiden Jokowi saat penanaman pohon durian 20 Agustus 2016 (kiri) dan pohon itu kini hilang (kanan)/batakgaul

Pohon Durian yang ditanam Presiden Jokowi pada 20 Agustus 2016 alu di Desa Parparean I, Kecamatan Porsea, Kabupaten Tobasa, Sumut, sudah tidak ada di lokasi. 

Padahal, pohon tersebut menjadi simbol penanaman satu juta pohon di pinggiran Danau Toba. Belum lagi, Jokowi sudah berpesan kepada masyarkat dan Pemkab Tobasa agar merawat pohon tersebut.

Pantauan batakgaul.com, Rabu (14/12), bahkan bekas pohon tersebut, baik ranting atau dahannya, sudah tidak terlihat lagi. Hanya jaring hitam yang sebelumnya mengelilingi pohon saja yang masih kelihatan.

Jaring hitam yang sebelumnya mengelilingi Pohon Durian yang ditanam Presiden Jokowi/batakgaul

Tak hanya itu, kebanyakan pohon lain yang juga ditanam di sana sudah mati karena dihimpit semak belukar. 

Dari plang pengerjaan penanaman pohon yang tertancap di lokasi disebutkan, jika penanaman pohon itu adalah program pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dengan luas wilayah 7 Ha yang bersumber dari APBN 2016.

Plang KLHK di lokasi penanaman/batakgaul

Bapak Napitupulu, warga Desa Parparean II yang ditemui batakgaul.com tak jauh dari lokasi itu mengatakan, sejak Presiden Jokowi menanam pohon itu, dia tidak pernah melihat pihak pemerintah setempat membersihkan lahan tersebut.

"Sejak ditanam sampai sekarang, nggak pernah ku tengok ada yang membersihkan itu, baik masyarakat maupun pemerintah. Makanya jadi semak itu. Kalau warga sekitar, hanya lahan jagungnya saja yang dibersihkan," sebutnya.

(BACA: 4 Sejarah Dicetak Presiden Jokowi di Tano Batak)

Menanggapi 'hilangnya' pohon durian yang ditanam langsung oleh sang presiden, Plt Kadishut Tobasa, Mintar Manurung, yang dikonfirmasi via seluler mengatakan, pohon itu telah dipindahkan oleh Balai Pengelola Daerah Aliran Sungai (BPDAS).

"Itu bukan mati Pak, tapi dipindahkan oleh BPDAS. Baru semalam orang BPDAS dari sana, Pak. Jadi tanaman itu sudah dipindahkan ke sebelahnya, kira-kira 7 meterlah dari lokasi penanaman sebelumnya," sebutnya.

Menurutnya, pemindahan pohon itu terpaksa dilakukan karena pemilik tanah komplain. Padahal sebelumnya, masyarakat telah menyerahkan lahan seluas 7 Ha itu sebagai lokasi penanaman sejuta pohan.

(BACA: Akhirnya, Presiden Indonesia Injakkan Kaki di Samosir)

Berdasarkan keterangan Manurung, batakgaul.com pun mengecek lokasi pemindahan yang disebutkan. Namun, yang ditemukan hanyalah satu pohon durian tanpa dilindungi jaring hitam.

Karena tanpa pembatas, pohon setinggi 160 cm tersebut juga sudah berhimpitan semak belukar.

Pohon durian tegak lurus yang dihimpit semak belukar/batakgaul

Dari ciri-cirinya, pohon durian yang berada di lokasi baru tersebut tampak berbeda dengan yang ditanam Jokowi di tempat awal. Jika yang ditanam Jokowi ada dahan yang berbelok dari pokok, pohon di lokasi baru ini dahannya tegak lurus.

Sebelumnya, saat kunjungan batakgaul.com pada akhir Oktober 2016 lalu, pohon tersebut juga sudah terlihat nyaris mati.

Kondisi Pohon Durian dengan dahan berbelok yang ditanam Jokowi pada akhir Oktober 2016/batakgaul

Dahan dan rantingnya terlihat sudah mengering. Semak belukar di sekelilingnya juga sudah tinggi.