Pijak Batu 10 Jam, Mordang Harahap Lolos dari Air Terjun Maut

Jordan Silaban | Selasa, 17 Mei 2016 13:05:41

Mordang Harahap selamat dari bencana banjir bandang/FB
Mordang Harahap selamat dari bencana banjir bandang/FB

Mordang Harahap (18) menjadi salah satu korban selamat dari bencana banjir bandang di Air Terjun Dua Warna, Sibolangit, Deliserdang, Sumatera Utara, yang sudah menewaskan 16 orang, Minggu (15/5) sore.

Siswa yang baru tamat SMA ini lolos dari maut setelah berpijak satu kaki pada sebuah batu dan rumput selama 10 jam, sebelum akhirnya ditolong warga.

“Saya sempat keram dan dehidrasi. Selama bertahan itu, saya terus berdoa," tutur Mordang di Sibolangit, Senin (16/5).

Mordang yang baru pertama kali ke Air Terjun Dua Warna itu mengatakan, warga menolongnya dengan menebang sebuah pohon.

“Lalu dibuatkan menjadi seperti tangga,” kata Mordang. 

Mordang bercerita, bencana ini berawal saat dia bersama rekan-rekannya ingin berwisata ke Air Terjun Dua Warna. Dia tidak menyangka kondisi gerimis di lokasi wisata bisa berujung malapetaka.

"Setelah gerimis, tak disangka datang air makin besar, air itu tiba-tiba berubah warna menjadi coklat," kata Mordang.

Atas keanehan ini, Mordang sebenarnya sempat bertanya ke pemandu setempat. Namun, dijawab tidak apa-apa.

"Jadi saat banjir bandang datang, posisi saya di samping air terjun yang pendek,” ujarnya.

[LIHAT VIDEO: Seram! Banjir Bandang Terjang Sibolangit, Puluhan Hilang]

Hingga semalam, Tim Search and Rescue (SAR) gabungan berhasil menemukan 16 jenazah korban banjir bandang yang menghantam pengunjung Air Terjun Dua Warna, sekitar 53 km dari Kota Medan. Satu orang ditemukan selamat, sedangkan lima orang masih dalam pencarian.

Ke-16 jenazah sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara, Medan, untuk proses identifikasi. Hingga Senin (16/5), pukul 23.00, baru satu jenazah yang teridentifikasi, atas nama Muhammad Riantiyo Fandy (26), warga Jalan Pelajar Timur, Medan.