Perlukah Zonasi Wisata Halal di Danau Toba?

Coky Simanjuntak | Rabu, 25 Januari 2017 19:01:49

Ilustrasi
Ilustrasi

Pembangunan kawasan wisata Danau Toba, Sumatera Utara, terus digenjot oleh pemerintah pusat. Namun di tengah-tengah gencarnya pembangunan tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mewacanakan adanya zonasi halal bagi kuliner setempat.

Wacana ini disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Sumut, Elisa Marbun, kepada wartawan di kantor Gubsu, Jumat (20/1).

"Wisatawan tentu perlu mendapatkan jaminan makanan dan minuman halal. Jadi mereka tak perlu lagi bingung memikirkan mau makan di mana," ujar Elisa.

(BACA: Ini Alasan FPI Cs Ingin Babi Panggang Karo di Jalinsum Ditutup)

Dengan zonasi halal, menurut Elisa, maka satu kawasan akan dijadikan pusat tempat makan dan minum bagi wisatawan yang mengutamakan produk halal. Hal ini pun akan dikoordinasikan dengan 7 pemerintahan kabupaten di sekitar Danau Toba.

"Jadi lokasinya tidak berdekatan dengan rumah makan yang non halal,” ujarnya.

Namun, baru saja bergulir, wacana zonasi halal ini langsung menuai protes. Salah satunya adalah dari anggota DPRD Sumut, Sutrisno Pangaribuan. 

Apa katanya?