Pemilihan Wagubsu Sempat Tegang, Palu Sidang Dibawa Kabur

Jordan Silaban | Senin, 24 Oktober 2016 17:10:22

Sutrisno Pangaribuan merebut palu sidang/blogspot
Sutrisno Pangaribuan merebut palu sidang/blogspot

Politikus Hanura, Nurhajiizah Marpaung, akhirnya terpilih menjadi wakil gubernur Sumatera Utara lewat sidang paripurna DPRD Sumatera Utara, Senin (24/10). 

Namun, sidang sempat diwarnai kegaduhan. Salah satunya karena insiden perebutan palu pimpinan oleh anggota DPRD Sumut, Sutrisno Pangaribuan.

"Palu ini saya kantongi, jangan ada diambil. Cari saja palu yang lain. Saya tidak mau kehormatan dewan catat karena paripurna melanggar konstitusi, tak patuh undang-undang," kata Sutrisno sambil walk out dari ruang sidang paripurna di Gedung DPRD Sumut.

Politikus PDIP itu membawa kabur palu sebagai bentuk protes karena sidang pemilihan wagubsu tetap dilanjutkan. 

Menurut Sutrisno, sidang seharusnya tidak digelar karena Pengadilan Tata Usaha Negara, atas gugatan PKNU, sudah memutuskan untuk menundanya. Sebagai partai pengusung Gatot-Erry, PKNU yang tidak memiliki kursi di DPRD Sumut menggugat ke PTUN karena tidak dilibatkan dalam penentuan calon wakil gubernur.

“Saya meminta agar dilakukan secara konstitusional dan saya bersikap apa yang dilakukan teman-teman saya yang jelas-jelas hari ini melanggar Undang-undang,” ujar Sutrisno. 

“Konstitusi kenapa enggak dijalankan? Kenapa paripurna pemilihan wakil Gubernur Sumut dipaksakan, ada apa di DPRD ini?” ujarnya.

Karena sidang pemilihan wagubsu tetap digelar, Sutrisno berencana melaporkannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).