Peluk dan Tangis Mensos untuk Korban Sinabung di Gereja Karo

Jordan Silaban | Selasa, 24 Mei 2016 16:05:47

Mensos Khofifah Indar Parawansa memeluk korban Sinabung/@KhofifahIP
Mensos Khofifah Indar Parawansa memeluk korban Sinabung/@KhofifahIP

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa kemarin mengunjungi korban erupsi Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Dalam kunjungannya, Khofifah banyak meluangkan waktu dengan para pengungsi.

Misalnya saja dengan para pengungsi di Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) di Simpang Enam, Kabanjahe, Selasa (24/5), Khofifah mengajak ngobrol anak-anak yang hendak berangkat ke sekolah. Bahkan, dia tidak sungkan memeluk dan menagis bersama seorang ibu yang butuh penguatan.

Khofifah mengungkapkan rasa bangganya karena anak-anak pengungsi erupsi Gunung Sinabung masih terus sekolah meski berada dalam pengungsian.

Untuk membantu anak-anak pengungsi menuju sekolah yang lokasinya cukup jauh, pihaknya akan menyiapkan sebuah minibus sebagai alat antar jemput.

Meski bukan berupa mobil baru, tetapi minibus tersebut diyakini sangat laik pakai dan dapat membantu anak-anak pengungsi ke sekolah.

"Dua minggu lagi, mobil itu akan menjadi alat antar jemput anak-anak di sini," katanya sambil disambut tepuk tangan ratusan pengungsi yang ada.

Foto: @KhofifahIP

Khofifah juga berharap agar pengungsi yang ditampung di GBKP Simpang Enam Kabanjahe tersebut bersabar dalam menanti program penanganan yang disiapkan pemerintah.

Kesabaran itu sangat diperlukan karena pemerintah keterbatasan anggaran, baik untuk relokasi mau pun sewa lahan yang akan dijadikan lahan pertanian.

Salah seorang relawan di GBKP Simpang Enam Kabanjahe Yanta Ginting mengatakan, jumlah pengungsi yang ada di tempat itu sebanyak 1.519 jiwa yang terdiri dari 420 kepala keluarga.

Seluruh pengungsi di GBKP Simpang Enam Kabanjahe tersebut berasal dari Desa Sigarang-garang, Kecamatan Simpang Empat dan telah menempati lokasi tersebut setahun lebih.

"Sebelumnya, mereka tersebar, ada yang di Berastagi dan lokasi lain," katanya.

Foto: @KhofifahIP

Sinabung Erupsi Lagi

Sementara itu, Gunung Sinabung kembali mengalami erupsi pada Selasa, pukul 10.19 WIB. Erupsi itu menyebarkan awan panas.

Petugas Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Pos Sinabung M Nurul Asrori mengatakan erupsi itu menyebarkan awan panas yang meluncur ke arah selatan dan tenggara sejauh 1.000 meter.

Ke arah timur, awan panas tersebut meluncur hingga 2.500 meter.

Namun pihaknya tidak mengukur ketinggian kolom abu vulkanik yang menyembur ketika erupsi tersebut berlangsung. "Ketinggian tidak terbaca karena tertututup kabut," katanya seperti dilansir Antara.

Petugas PVMBG Pos Sinabung belum mendeteksi adanya erupsi susulan dari gunung berapi itu.

Sebelumnya, Gunung Sinabung mengalami erupsi pada Sabtu (21/5) sambil mengeluarkan awan panas. Awan panas tersebut membakar sembilan warga yang memasuki Desa Gamber, Kecamatan Simpang Empat yang menyebabkan tujuh orang tewas.

Tujuh warga yang tewas itu adalah Karman Meliala (60), Irwansyah Sembiring, Nanin beru Sitepu (50), Leo Perangin-angin (25),Mulia Ginting (45), Ersada Ginting (55), Ibrahim Sembiring (51) yang keseluruhannya warga Desa Gamber.

Dua warga lagi dalam kondisi kritis yakni cahaya Sembiring (57) dan Cahaya beru Tarigan (45) yang kini dirawat di RSUP Adam Malik di Medan.

Pemerintah sudah memberikan santunan dengan total Rp 140 juta untuk semua korban, baik untuk ahli waris korban meninggal ataupun untuk biaya pengobatan yang luka.