Orangtua Bomber Medan: Anak Kami Masih di Bawah Umur

Jordan Silaban | Selasa, 30 Agustus 2016 20:08:00

Orangtua pelaku bom Gereja Santo Yosep Medan/twitter
Orangtua pelaku bom Gereja Santo Yosep Medan/twitter

Makmur Hasugian dan Arista boru Purba, orang tua dari tersangka Ivan Armadi Hasugian (18), pelaku teror bom di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep di Jalan Dr Mansyur Medan, hari ini pihak kepolisian.

Keduanya diminta polisi untuk menyerahkan akta kelahiran putranya.

"Kami diminta segera datang ke Mapolresta Medan untuk menyerahkan surat keterangan kelahiran tersebut," kata Makmur Hasugian kepada wartawan di Polresta Medan, Selasa (30/8).

Menurutnya, Polresta Medan meminta akta kelahiran untuk mengetahui usia Ivan sebenarnya.

"Memang anak kami ini masih dibawah umur," kata Makmur.

(BACA: 3 Alasan Kenapa Orang Batak Nyaris Tak Mungkin Jadi Teroris)

Sementara, Arista boru Purba menyebutkan, dia tidak tahu alasan Polresta Medan meminta mereka agar membawa akta kelahiran tersebut.

Ketika ditanyakan mengenai peristiwa anaknya itu, Arista tidak bersedia memberikan keterangan kepada wartawan.

"Kami saat ini sedang lagi berduka," ujar Arista.

Sebelumnya, seorang pemuda menyerang pastor di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep di Jalan Dr Mansyur Medan dengan sebuah pisau sambil membawa tas yang diduga berisi bom, Minggu (28/8). 

(BACA: Kronologi Lambas Simanungkalit Ditembak Teroris Abu Sayyaf)

Direktur Reskrim Umum Polda Sumut Kombes Pol Nur Falah mengatakan, pelaku berinisial Ivan masuk dan berpura-pura mengikuti misa di gereja tersebut.

Ketika Pastor Albert S Pandiangan akan memberikan homili (khotbah) pelaku mengejarnya hingga ke altar.

Pelaku berupaya melukai pastor tersebut dengan pisau yang dibawanya, tetapi hanya mengenai bagian tangan. Pelaku juga membawa sebuah tas yang berisi benda yang diduga bom, tetapi tidak meledak. Tas tersebut hanya mengeluarkan api dan asap.