Nyebur ke Sungai Mahakam, Ini Tampang Bomber Gereja di Samarinda

Coky Simanjuntak | Senin, 14 November 2016 09:11:08

Juhanda, pelaku bom gereja di Samarinda/FB
Juhanda, pelaku bom gereja di Samarinda/FB

Joh alias Juhanda alias Jo Bin Muhammad Aceng Kurnia (32), pelaku bom molotov di Gereja Oikumene, Kelurahan Sengkotek, Samasrinda Seberang, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, berhasil ditangkap.

Juhanda yang merupakan mantan terpidana bom buku di Jakarta dan bom Puspitek Serpong ini dibekuk warga setelah berusaha kabur dan menceburkan diri ke Sungai Mahakam.

"Saat itu saya sedang membawa mobil hendak berjualan di Sumalindo, tiba-tiba orang ramai dan terlihat ada kepulan asap dari Gereja Oikumene," ujar Samuel Tulung, warga penangkap terduga pelaku peledakan yang ditemui di lokasi ledakan bom di Gereja Oikumene, Samarinda Seberang, Minggu sore.

"Saya kemudian bertanya ada apa, kemudian warga menjawab ada bom dan kebakaran dan menunjuk seorang pria berambut panjang lari menuju arah Dermaga Sumalindo," katanya.

(BACA: 4 Balita Korban Bom Gereja di Samarinda Semuanya 'Halak Hita’)

Tanpa berfikir panjang, Samuel mengaku langsung memacu mobilnya, mengejar terduga pelaku.

Namun saat sampai di tepi Sungai Mahakam, terduga pelaku peledakan bom di Gereja Oikumene yang mengenakan kaos berwarna hitam dan celana model kargo berwarna coklat itu, tiba-tiba menghilang.

"Saat saya tiba di dekat dermaga, orang itu tidak kelihatan dan ternyata dia 'nyebur' ke Sungai Mahakam. Saya sempat lihat kepalanya timbul tenggelam lalu saya melihat ada sebuah perahu, kemudian saya minta pemiliknya agar mengejar pelaku," katanya.

Juhanda (kanan)/tempo.co

Awalnya, pemilik perahu tidak mau. "Tetapi saya katakan akan bertanggung jawab jika terjadi apa-apa," kata Samuel.

Terduga pelaku peledakan bom Gereja Oikumene, kata Samuel, akhirnya berhasil ditangkap saat berada di tengah Sungai Mahakam, kemudian dinaikkan ke atas perahu pengangkut pasir.

"Orang itu sempat menarik kaki saya, kemudian saya hajar telinganya sehingga ia melepaskan pegangannya. Saya langsung seret ke atas perahu dan ikat, kemudian saya serahkan ke polisi yang ada di Dermaga Sumalindo," kata Samuel.

Sementara itu, pendeta Gereja Oikumene, Samion (53) yang juga smepat mengejar terduga pelaku mengatakan, saat itu dia tengah berada di depan gereja dan mendengar ledakan keras disusul semburan api yang menyambar hingga atap gereja.

"Kebetulan rumah saya berada di depan gereja yang jaraknya sekitar 15 meter. Saat itu, saya mendengar ada ledakan disertai semburan api hingga ke atap gereja dan tak lama saya melihat orang berambut panjang lari ke aras sungai," katanya.

"Saya kemudian mengejar bersama warga, namun orang itu langsung terjun ke sungai," kata Samion.

TKP bom gereja di Samarinda/FB

Terduga pelaku peledakan Gereja Oikumene itu, kata dia, akhirnya berhasil ditangkap warga saat berupaya kabur dengan cara berenang di Sungai Mahakam, kemudian diserahkan ke polisi.

"Korban ledakan yang merupakan anak-anak itu tengah bermain di halaman gereja, menunggu orang tua mereka keluar. Terduga pelaku kabur meninggalkan motornya," kata Samion.

Berdasarkan informasi, pelaku Joh tinggal di Jalan Cipto RT 4, Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Samarinda Seberang. Dia pernah dihukum 3 tahun 6 bulan terkait kasus terorisme dan dinyatakan bebas bersyarat pada 28 Juli 2014.

Dari pantauan di rumah pelaku yang berjarak kurang satu kilometer dari lokasi ledakan. Tiga perempuan, satu di antaranya wanita paruh baya berada di dalam rumah yang diduga sebagai tempat terduga tinggal.

Rumah yang berada persis di pinggir Sungai Mahakam tersebut berjarak sekitar lima hingga tujuh meter dari Jalan Cipto Mangunkusumo.