Naposo Batak Ditantang Hidup Bersih dan Cinta Danau Toba

Coky Simanjuntak | Minggu, 22 Januari 2017 21:01:30

Ketum YPDT Maruap Siahaan menyampaikan pesan kepada Nabaja/batakgaul
Ketum YPDT Maruap Siahaan menyampaikan pesan kepada Nabaja/batakgaul

Lima ratusan anak muda (naposo) Batak di Jakarta dan sekitarnya menghadiri acara Tahun Baru Bersama di GOR Jakarta Timur, Minggu (22/1). Mereka ditantang untuk hidup bersih dan mencintai Danau Toba.

“Anak-anak muda jagalah supaya hidupmu bersih, agar suaramu lantang mengatakan kebenaran. Karena kalau tidak besih, kalian tidak akan berani mengatakan kebenaran,” pesan Ketua Umum Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT), Maruap Siahaan, kepada anak-anak muda Batak yang hadir.

(BACA: Sisa Pakan Ikan Itu Bernama Pencemaran

Maruap mencontohkan, kebenaran yang harus diteriakkan anak muda adalah fakta kerusakan lingkungan di sekitar Danau Toba. Para naposo pun diminta untuk mencintai danau di Bonpasogit (kampung halaman) tersebut.

“Danau Toba sudah tercemar, hampir mati. Airnya sudah tidak bisa dikonsumsi,” kata Maruap.

Sebelumnya, sebagian naposo juga mementaskan teater berjudul ‘Bonapasogitku’ yang bercerita tentang kerusakan lingkungan Danau Toba.

(LIHAT VIDEO: Ngerinya Penumpukan Pakan dan Kotoran Ikan di Danau Toba)

Teater Nabaja/batakgaul

Mereka memahami danau vulkanis terbesar di dunia tersebut sedang kritis karena pengerukan kekayaan alam oleh beberapa perusahaan tanpa memerhatikan dampak kerusakan lingkungan.

(BACA: Fortuner dan Pajero di Desa Keramba)

Di akhir acara yang diselenggarakan YPDT dan Naposo Batak Sejabodetabek (Nabaja) ini juga menampilkan artis Style Voice. Tak lupa para naposo, khususnya panitia acara, juga mengadakan acara manortor bersama orangtua dari YPDT.

Style Voice/batakgaul

Ketua Umum Nabaja, Darman Siahaan, mengatakan organisasi yang dipimpinnya itu adalah milik bersama, bahkan tidak cuma milik anggotanya. Oleh karena itu, dia mengajak seluruh naposo Batak di Jabodetabek menjaga persatuan.

“Milsanya saja saat ingin mengadakan acara ini, sebanyak 18 organisasi Batak yang kita temui mengatakan sudah mempunyai acara sendiri, cuma YPDT yang mau. Itulah sulitnya bersatu,” ujarnya.