Musim Hujan di Samosir Disambut Gembira Sekaligus Waspada!

Coky Simanjuntak | Kamis, 26 Januari 2017 14:01:36

Pulau Samosir dilihat dari atas/sumateratour.org
Pulau Samosir dilihat dari atas/sumateratour.org

Musim hujan yang mulai melanda Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, disambut gembira sekaligus waspada. Ini karena hujan bisa berdampak baik buat pertanian, namun di sisi lain bisa mengakibatkan bencana.

HF Simarmata (35), warga Desa Cinta dame, Kecamatan Simanindo, adalah salah satu petani yang menyambut gembira datangnya musim hujan.

"Musim kemarau yang berkepanjangan tahun 2016 lalu berdampak pada tanaman, kami gagal panen, kalau pun tumbuh hasilnya kurang baik,” kata Simarmata, seperti dikutip Antara, Rabu (25/1).

Dia berharap, musim penghujan yang mulai turun pada Desember 2016 terus berkelanjutan supaya tanaman padi, jagung, dan kopi bisa memberikan hasil maksimal.

K Turnip (43), warga Desa Ambarita, Kecamatan Simanindo mengatakan, pada 2016 petani mengalami masa-masa sulit bercocok tanam akibat kemarau panjang yang jarang terjadi di Samosir.

Sebagian besar petani harus berutang kepada lembaga peminjaman keuangan untuk mengirim biaya pendidikan anak-anak yang sekolah di luar daerah.

Para petani berharap tahun 2017 musim hujan normal kembali, sehingga hasil tanaman memberikan yang maksimal untuk pembayaran utang dan modal mengolah lahan pertanian.

Di  tengah kegembiraan itu, Pemerintah Kabupaten Samosir melalui Dinas Penanggulangan Bencana Daerah (PBD) mengimbau warga setempat mewaspadai banjir dan longsor pada musim penghujan.