Monumen Sisingamangaraja XII di Medan Dipugar

Jordan Silaban | Jumat, 29 Juli 2016 14:07:34

Monumen Sisingamangaraja XII di Medan/facebook
Monumen Sisingamangaraja XII di Medan/facebook

Monumen Pahlawan Nasional asal Sumatera Utara Sisingamangaraja XII di Medan, kembali dipugar, Jumat (29/7). Pemugaran yang dilakukan PT Pertamina (Persero) ini dilakukan sebagai upaya merawat monumen yang pertama kali dibangun pada 1979 ini. 

Pemugaran tersebut diawali dengan pengecatan monumen secara simbolis oleh Direktur SDM dan Umum Pertamina Dwi Wayhu Daryoto didampingi GM Pertamina Marketing Operation Region I Romulo Hutapea.

Wayhu mengatakan, monumen Sisingamangaraja XII memiliki makna yang sangat besar bagi rakyat Indonesia, terutama bagi masyarakat Sumatera Utara.

Keberadaan monumen tersebut merupakan salah satu bagian dari sejarah nasional yang memiliki kekayaan budaya dan kearifan lokal.

(BACA: Ikan Batak, Makanan Raja-raja yang Terancam Punah)

Pertamina, kata dia, berkeinginan agar kekayaan budaya dan kearifan lokal tersebut dapat terus dijaga sehingga keberadaan monumen Sisingamangaraja XII harus dirawat.

Karena itu, BUMN yang bergerak dalam penyediaan BBM tersebut melakukan pemugaran agar keberadaan monumen itu bisa selalu diketahui masyarakat.

"Pemugaran ini wujud nyata kepedulian Pertamina sebagai perusahaan energi nasional dalam menjunjung tinggi kearifan lokal dan nilai-nilai budaya," katanya.

Sisingamangaraja XII

Sementara itu, GM Pertamina Marketing Operation Region I Romulo Hutapea mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan BUMN tersebut diharapkan dapat mendorong kesadaran berbagai pihak dalam melestarikan berbagai monumen penting di Kota Medan.

"Monumen Sisingamangaraja XII adalah salah satu monumen penting. Pemugaran ini diharapkan dapat membuat monumen Sisingamangaraja XII lebih dinikmati masyaraka sebagai objek wisata," katanya.

Selain pengecatan, pemugaran tersebut juga dilanjutkan dengan pembersihan area monumen Sisingamangaraja XII oleh puluhan karyawan Pertamina dan pemberian bantuan sebesar Rp40 juta dalam bentuk barang untuk memperbarui monumen itu.

(BACA: Orang Batak Dulu Tulis Surat Cinta pada Sebilah Bambu)

Pemugaran monumen itu disaksikan Ketua Umum Yayasan Sisingamangaraja XII R Boru Hutagalung dan pengurus Lembaga Sisingamangaraja XI Sanggam SH Bakkara.

Ketua Umum Yayasan Universitas Sisingamangaraja XII R Boru Hutagalung mengungkapkan apresiasinya dan terima kasihnya atas kepedulian Pertamina dalam merawat monumen pahlawan nasional tersebut.

"Kami bersukur kepada Tuhan perusahaan sebesar Pertamina peduli dengan monumen Sisingamangaraja XII," katanya.

Pengurus Lembaga Sisingamangaraja XI Sanggam SH Bakkara menjelaskan, Raja Sisingamangaraja XII lahir di Bakkara, Kabupaten Tapanuli Utara dan meninggal pada tahun 1907 setelah dikejar selama 30 tahun oleh Belanda.

(BACA: Dua Mahasiswi Cantik asal Italia Ini Fasih Baca Aksara Batak Kuno)

Pahlawan nasional itu terkenal sebagai sosok yang sakti, tetapi berlaku adil kepada rakyatnya.

Raja Sisingamangaraja XII nelawan Belanda karena melakukan penindasan dan menerapkan politik adu domba. "Karena itu, beliau melawan karena tidak mau Tanah Batak dijajah Belanda," katanya.

Meski tokoh masyarakat Batak, tetapi Sisingamangaraja XII memiliki nasionalsme tinggi sehingga mau bekerja sama dengan Kesultanan Melayu dan kerajaan di Aceh.