Menyeruput Kopi Sumut di ‘Medan International Coffee Festival’

Jordan Silaban | Sabtu, 14 Mei 2016 15:05:42

Ilustrasi menyeruput kopi/kln
Ilustrasi menyeruput kopi/kln

Sumatera Utara (Sumut) merupakan salah satu daerah penghasil kopi terbaik di dunia. Itu makanya banyak turis asing menjadikan kopi Sumut sebagai oleh-oleh wajib jika mereka berwisata ke Danau Toba dan sekitarnya.

Sebut saja, kopi Lintong, Mandheling, Silimakuta, Dolog Sanggul, Karo, Samosir, yang mulai diakui dan dicari oleh para peracik (barista) kopi dunia.

Nah, dalam rangka mempromosikan kopi Sumut tersebut, festival kopi internasional bertajuk 'Medan International Coffee Festival' atau MICF 2016 digelar di Kota Medan, kemarin.

Promosi lewat kopi ini juga diharapkan mampu meningkatkan industri pariwisata di Sumut.

"Selain menjadi ajang silaturahim antarjejaring pelaku usaha kopi, acara ini diharapkan dapat meningkatkan industri pariwisata Kota Medan melalui kopi," kata Wakil Wali Kota Medan, Akhyar Nasution saat membuka kegiatan MICF 2016, di Medan, seperti dikutip Antara, kemarin.

(BACA: Senyum Sikitlah Demi Danau Toba Rasa Eropa)

Akhyar mengatakan, pihaknya berharap kegiatan tersebut dapat dijadikan momentum untuk pengembangan kopi nasional ke depan dengan dibangunnya kerjasama kemitraan strategis antara petani kopi, perusahaan industri pengolahan kopi serta pedagang maupun eksportir kopi.

Indonesia, kata dia, merupakan negara terbesar ketiga penghasil kopi di dunia setelah Brasil dan Vietnam dengan produksi rata-rata sebesar 685 ribu ton per-tahun (8,9 persen) dari produksi kopi dunia.

Saat ini sedikitnya ada sebelas kopi Indonesia yang telah mempunyai indikasi geografis, salah satu yang terkenal di dunia adalah Luwak Kopi.

Untuk Sumatera Utara, kata dia, yang terkenal Kopi Sumatera Arabika dari Simalungun Utara, Kopi Sidikalang, Kopi Mandailing, Kopi Tarutung sampai Kopi Lintong.

"Keseluruhan kopi ini sangat diminati para penggemar kopi baik dalam negeri maupun luar negeri. Sebab, mereka mengetahui khasiat kopi bagi kesehatan dan kini menjadi gaya hidup masyarakat masa kini," katanya.

Untuk itu ia berharap event yang berlangsung selama tiga hari kedepan itu dapat mendorong seluruh stakeholders kepariwisataan, utamanya dalam memajukan industri kopi nasional, sehingga kopi asal Sumatera Utara lebih terkenal lagi dan mendapat tempat di hati para penikmat maupun pecinta kopi.

"Semoga acara ini menjadi pendorong para pengusaha industri pengolahan kopi untuk memeprkenalkan produk, kualitas, citra merek mereka masing-masing, dan memperoleh berbagai masukan dari para pelanggannya," katanya.

Ketua panitia MICF 2016, Aziza Fariza, mengatakan, acara ini diikuti 30 peserta yang berasal sejumlah daerah di Indonesia seperti Palembang, Surabaya, Bekasi, Jakarta, dan Makassar.

Kopi Indonesia, terutama asal Sumut, kata dia, sudah terkenal sampai dunia, namun ia mengaku miris karena usaha untuk meningkatkan para petani kopi masih sangat minim.

"Semoga melalui kegiatan ini perhatian terhadap para petani kopi semakin meningkat lagi. Dengan demikian bisnis kopi menjadi bisnis yang besar sehingga menjadi ikon baru di Sumut," katanya.