Menteri Agama Luncurkan Alquran Terjemahan Bahasa Batak Angkola

Coky Simanjuntak | Selasa, 20 Desember 2016 07:12:36

Menag Lukman Hakim Saifuddin meluncurkan 4 produk penguatan budaya/kemenag.go.id
Menag Lukman Hakim Saifuddin meluncurkan 4 produk penguatan budaya/kemenag.go.id

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meluncurkan buku Ensiklopedi Pemuka Agama Nusantara dan Terjemahan Alquran Bahasa Ibu (daerah) di Kantor Kemenag, Jakarta, Senin (19/12). 

Tiga bahasa daerah itu yakni Bahasa Batak Angkola, Bahasa Toraja dan Bahasa Mongondow.

Peluncuran dilakukan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin ditandai dengan menempelkan telapak tangannya di ikon telapak tangan layar monitor disaksikan Kepala Badan Litbang dan Diklat, Abdurrahman Mas’ud.

Dalam sambutannya, Menag mengatakan, 4 produk yang diluncurkan sangat bermanfaat dalam rangka penguatan budaya nusantara dan penguatan karakter Bangsa. 

Menurutnya, buku Ensiklopedi Pemuka Agama Nusantara memuat entri para pemuka enam agama. Ini sangat bermanfaat sebagai penyedia data dan informasi mengenai sejarah hidup para pemuka agama dalam berbagai aspek, minimal secara akademis, sosiologis dan kultural.

Secara akademis, kata Menag, buku ini bisa dijadikan rujukan biografis pemuka agama sebagai aktor penting dalam pembinaan umat beragama.

Secara sosiologis, dapat dijadikan sebagai bentuk apresiasi atas sumbangsih beliau. Dan secara kultural, mampu menjadi alat perekat yang memerankan fungsi edukatif, peneladanan dan penguatan Peradaban Nusantara.

"Harapan kami, buku ini bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin dalam upaya penciptaan tata hubungan yang kondusif antarumat beragama, untuk penguatan NKRI," kata Menag seperti dikutip website resmi Kemenag.

Soal terjemahan Alquran ke Bahasa Ibu, Menag melihat beberapa manfaat utama. Pertama, memberi layanan keagamaan bagi masyarakat yang tidak akrab dengan Bahasa Indonesia; kedua, penerjemahan ini diharapkan membantu pelestarian dan pemeliharaan budaya lokal, utamanya bahasa agar tidak punah.

Sebelumnya, Abdurrahman Masud mengatakan, Badan Litbang dan Diklat telah meluncurkan Terjemahan Alquranuran dalam 9 bahasa Ibu. Selain bahasa Batak Angkola, Toraja dan Mongondow, sebelumnya, telah diluncurkan Terjemahan Alquran dalam Bahasa Sasak, Makassar, Kaili, Jawa Banyumas, Minang dan Dayak Kanayant.

"Saat ini dalam proses penyelesaian terjemahan Alquran Bahasa Bali, Ambon dan Banjar Kalsel. Insya Allah awal tahun depan sudah selesai dan bisa segera diluncurkan," katanya.

SPONSORED
loading...