Maruarar Sirait Pimpin Kirab Budaya ‘Pancasila Rumah Kita'

Coky Simanjuntak | Minggu, 20 November 2016 20:11:51

Maruarar Sirait pimpin kirab budaya 'Pancasila Rumah Kita' di Semarang/istimewa
Maruarar Sirait pimpin kirab budaya 'Pancasila Rumah Kita' di Semarang/istimewa

Politisi PDIP asal Sumut, Maruarar Sirait, terus mengampanyekan kebhinekaan dan pluralisme Indonesia.

Setelah pekan sebelumnya memimpin kirab budaya di Bogor, Jawa Barat, kini pria kelahiran Medan itu melakukan hal yang sama di Semarang, Jawa Tengah, Minggu (20/11).

Acara yang mengambil tema Pancasila Rumah Kita itu diikuti belasan ribu peserta. Wali Kota Semarang, Hendar Prihadi juga hadir mendampingi Maruarar.

Para peserta kirab mengular dari depan kantor wali kota di Jl Pemuda, Jl Pandanaran, Simpang Lima hingga Jl Pahlawan di depan kantor Gubernur Jawa Tengah.

Massa berasal dari berbagai elemen, mulai kader Taruna Merah Putih (TMP) yang merupakan organisasi sayap PDIP, warga semarang hingga elemen pemuda di ibu kota Jawa Tengah itu.

Elemen mahasiswa dan pelajar juga ambil bagian dalam acara itu. Mereka antara lain Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), GP Ansor, FKPPI, Banser, Pegerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Fatayat NU, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), IPNU, dan IPNNU.

Acara yang digelar TMP itu semakin meriah dengan penampilan beberapa band. Penampilan seni budaya dari mahasiswa dan pelajar se-Kota Semarang juga membuat acara tersebut semakin semarak.

Maruarar yang juga Ketua Umum TMP mengatakan, acara itu merupakan komitmen untuk mengawal Pancasila sebagai dasar negara.

"Pancasila adalah living ideology. Banyak negara lain yang terkagum-kagum dengan Pancasila. Kita harus bangga dengan Pancasila. Maka Pancasila jangan hanya dihapal melainkan juga harus dilaksanakan dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Maruarar.

Pancasila, tegas Maruarar, adalah rumah bagi semua warga negara Indonesia. Di rumah Pancasila lah, berbagai warna kulit, beragam etnis, bermacam-macam agama dan ras bisa hidup bersama dengan rasa persaudaran dan gotong royong. Karena itu, Pancasila harus dipertahankan oleh semua warga negara.

"Meski berbeda-beda, kita adalah satu. Bhinneka tunggal ika,” tegas Maruarar.