Marah! Massa Bakar 4 Kapal Pukat Harimau di Asahan

Jordan Silaban | Sabtu, 10 September 2016 23:09:49

Ilustrasi/blogspot
Ilustrasi/blogspot

Empat unit kapal ikan jenis pukat tarik dua atau 'pukat harimau' dibakar gerombolan massa di perairan Asahan, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, Sabtu (10/9), sekitar jam 18.00 WIB.

Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa pembakaran kapal penangkap ikan itu ditaksir mengakibatkan kerugian mencapai miliaran rupiah.

Informasi di lapangan menyebutkan, pembakaran diduga buntut dari keresahan para nelayan tradisional akibat mengganasnya penangkapan ikan menggunakan jaring terlarang itu perairan Selat Malaka.

"Kejadian pembakaran sekitar pukul 18.00 WIB tadi di tengah laut dan peraian Sungai Asahan.Mungkin ini akibat keresahan nelayan tradisionil," kata seorang warga, Rudi, seperti dikutip Antara.

Untuk menghentikan aksi tersebut pasukan keamanan dari Pangkalan TNI Angkatan Laut Tanjungbalai-Asahan dan Pol Air Polda Sumatera Utara terjun ke lokasi dan menghalau para nelayan tradisionil itu.

Komandan Lanal Tanjungbalai - Asahan, Letkol Laut (P) Teguh Prasetyo membenarkan peristiwa pembakaran kapal diduga pukat tarik tersebut.

"Benar ada empat kapal nelayan diduga pukat tarik dibakar sekelompok nelayan tertentu. TKP nya diperaian Selat Malaka dan Singai Asahan," katanya.

Teguh mengakui, pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap aksi tersebut dan belum bisa menduga motif dan penyebab dari kejadian itu.

"Kami masih menyelidikinya, jadi belum dikatahui motif atau apa penyebab kejadian ini karena belum seorangpun dari terduga pelaku mau pun pihak korban yang dimintai keterangan," ujarnya kepada pers.

Guna mencegah meluasnya kejadian yang dikuatirkan terjadinya bentrok, pihaknya juga mengimbau agar gerombolan masa nelayan tradisionil membubarkan diri.