Mantap! ‘Rumah Sumatera’ Pertama akan Dibangun di Bali

Jordan Silaban | Kamis, 27 Oktober 2016 10:10:27

Ilustrasi Rumah Adat Batak/blogspot
Ilustrasi Rumah Adat Batak/blogspot

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Utara (Sumut) berencana mendirikan 'Rumah Sumatera' di beberapa kota di Indonesia. Hal ini untuk memperkenalkan sekaligus menjual produk unggulan dari daerah itu.

"Untuk pertama, Rumah Sumatera itu akan didirikan di Bali dan menyusul provinsi lainnya," ujar Direktur Eksekutif Kadin Sumut, Hendra Utama di Medan, seperti dikutip Antara, kemarin.

Untuk menyukseskan program 'Rumah Sumatera' di Bali itu, akan diawali dengan kunjungan delegasi Kadin Sumut ke Bali pada 28-30 Oktober mendatang.

Delegasi yang dipimpin langsung Ketua Umum Kadin Sumut, Ivan Iskandar Batubara akan membawa sekitar 30 pengusaha termasuk usaha kecil menengah.

Kunjungan itu untuk mencari tahu pasti produk-produk yang diminati di Bali.

Kadin Sumut juga mencarikan peluang kerja sama pengusaha Sumut dengan pengusaha Bali.

"Kunjungan delegasi juga bertujuan mengkaji sejauh mana daya saing produk asal Sumut seperti dimana kelemahannya, keunggulannya, atau peluang-peluang lain yang bisa didapatkan," kata Hendra.

Dari hasil pertemuan itu diharapkan produk-produk yang nantinya ditampilkan atau dipasarkan oleh Rumah Sumatera di Bali benar-benar bisa sesuai selera pasar.

"Kunjungan itu juga diharapkan sudah bisa memastikan lokasi Rumah Sumatera," katanya.

Kadin benar-benar berharap Rumah Sumatera yang merupakan fasilitas yang diinisiasi Kadin Sumut untuk membantu promosi dan meningkatkan jaringan bisnis para pelaku usaha Sumut, baik antardaerah, antarprovinsi maupun dengan para pengusaha dari negara-negara ASEAN sesuai harapan.

"Setelah di Bali, Kadin Sumut berharap bisa mendirikan Rumah Sumatera di tiga provinsi lainnya yakni Nusa Tenggara Barat, Jawa Tengah dan Papua."

"Kadin juga sudah mendapat dukungan kuat dari pemangku kepentingan dari Penang, Malaysia sehingga sangat memungkinkan membuka Rumah Sumatera di Negeri Jiran itu," katanya.

Dia menegaskan rencana pengoperasian Rumah Sumatera itu dilatarbelakangi pemikiran bahwa di era Masyarakat Ekonomi ASEAN, pelaku usaha dalam negeri tidak bisa hanya menunggu datangnya kerja sama bisnis.Namun, katanya, harus "menjemput bola".

Dipilihnya Bali misalnya karena daerah itu memiliki tingkat kunjungan wisatawan mancanegara yang sangat besar.

Badan Pusat Statistik mencatat kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali mencapai sekitar empat juta orang dari total kunjungan turis ke Indonesia yang sekitar 10 juta orang pada 2015.

"Ke depan, Kadin berharap Rumah Sumatera bukan hanya untuk tempat promosi dan dagang, tetapi juga akan dikembangkan pusat kebudayaan sehingga menjadi kawasan terpadu," katanya.

Setelah diisi produk Sumut, seperti namanya, Rumah Sumatera akan diisi produk provinsi lain di Sumatera. "Kadin dan pengusaha di Sumut sudah setuju," kata Hendra.