Malam Rondang Bintang Buat Perantau Simalungun Rindu Kampung

Coky Simanjuntak | Senin, 07 November 2016 07:11:34

Malam Simalungun Rondang Bintang
Malam Simalungun Rondang Bintang

Panggung hiburan rakyat 'Malam Simalungun Rondang Bintang' di Jalan Bukit Barisan, Medan, yang berlangsung Sabtu (5/11) disambut antusias. Ratusan pengunjung terpukau menyaksikan aneka seni dan tari yang ditampilkan. 

Di samping itu pengunjung dapat juga menikmati aneka kuliner khas Simalungun. Acara ini dihadiri Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin dan Wakil Wali Kota, Akhyar Nasution, Ketua Umum Partuha Maujana Simalungun (PMS) Marsiaman Saragih, Ketua DPC PMS Medan Herbin Saragih serta segenap tokoh dan budayawan Simalungun.

Acara ini dikemas cukup menarik sehingga menjadi tontonan yang cukup memikat dan menghibur. Kolaborasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisa Kota Medan sebagai pelaksana kegiatan ini dengan PMS Medan maupun Ikatan Mahasiswa Simalungun dari berbagai kampus di Medan, seakan memuaskan kerinduan kampung halaman para perantau asal Simalungun.

Selain menghasilkan pertunjukan seni yang menerik, kolaborasi ini juga menghadirkan sejumlah panganan khas Simalungun seperti NitakDayok NabiturDayok Nai Lomang, serta Ombus-Ombus

(BACA: Pemuda Simalungun Protes Jokowi karena Tak Pakai Baju Adat)

Para pejabat hadir di Malam Simalungun Rondang Bintang/batakgaul

Panganan itu selama ini hanya bisa dinikmati pada saat pulang kampung. Namun kali ini warga Simalungun yang ada di Kota Medan bisa menikmatinya dengan harga cukup terjangkau.

Sejak pukul 20.00 WIB, lokasi panggung hiburan rakyat yang terletak di titik nol Kota Medan ini telah dipadati oleh penonton. Mereka rela berdiri untuk menyaksikan pergelaran, karena memang kursi yang disediakan telah penuh. 

Saat itu, penonton disajikan dengan lagu-lagu daerah yang dimainkan dengan koloborasi antara intrumen tradisi dan modern. 

(BACA: Bupati JR Saragih Kecewa Simalungun Tak Masuk Iklan Karnaval)

Kedatangan Wali Kota dan Wakilnya juga menjadi bagian yang tidak luput dari perhatian. Keduanya disambut dengan Tor-Tor Somba dan Mardiar. Tidak hanya itu, Eldin dan Akhyar juga dipakai hiou (ulos) oleh Ketua Umum PMS, Marsiaman Saragih. 

Sebelum menyaksikan pergelaran, Eldin dan Akhyar juga mengunjungi setiap stan. Antara lain yang menyajikan hasil kerajian daerah dan kuliner khas Simalungun. 

Selanjutnya Eldin dan ratusan penonton pun disajikan berbagai kesenian tradisi. Salah satunya adalah  Taur-taur Sibandar. Kesenian tradisi yang merupakan perpaduan sastra berupa pantun dan permainan alat musik tiup  menjadi tontonan menarik pada malam itu.

(BACA: Menteri Pariwisata Pakai Adat Toba, Bupati Simalungun Menangis)

Kemeriahan acara yang penuh dengan sorak kegembiraan itu makin bertambah saat Eldin dan Akhyar didaulat untuk menyanyi di atas panggung. Tidak dapat mengelak kedua pemimpin kota Medan itu pun melantunkan lagu yang cukup akrab di telinga masyarakat Sumatera Utara, yakni Posni Uhur Mai

Eldin tampak cukup senang menyaksikan keseluryhan pergelaran malam itu. Apalagi memang acara dikemas cukup menarik dan komunikatif. Soalnya, pembaca acara selalu menerangkan secara singkat namun jelas tentang kesenian yang ditampilkan. Kesenangan Eldin dan Akhyar ini juga dapat saat keduanya menorrtor bersama seluruh pendukung acara dan sebagian penonton di akhir-akhir pergelaran.