Makam Raja-raja Batak Juga Disiapkan untuk Tarik Wisatawan

Ester Napitupulu | Kamis, 23 Februari 2017 08:02:44

Tugu Tetea Bulan di Samosir/scalatoba.blogspot.co.id
Tugu Tetea Bulan di Samosir/scalatoba.blogspot.co.id

Pembangunan kawasan wisata Danau Toba, Sumatera Utara, tidak hanya berfokus pada keindahan alam saja. Tetapi juga pada situs-situs sejarah dan budaya.

Hal inilah yang sedang disiapkan Pemerintah Kabupaten Simalungun. Salah satunya dengan  berupaya mengembangkan situs sejarah makam-makam raja Batak dan kerajaannya menjadi objek wisata.

"Jadi, wisatawan datang bukan hanya melihat Danau Toba, tetapi juga peninggalan leluhur," kata Bupati Simalungun, Jopinus Ramli Saragih, saat ziarah ke makam Raja Partuanan Marga Sinaga di Kecamatan Tanah Jawa, seperti dikutip Antara, Rabu (22/2).

(BACA: Asal Mula Orang Batak Membangun Tugu, Monumen Makam Leluhur)

Saragih juga mendorong masyarakat bersama Pemerintah Kabupaten untuk mendirikan atau menghidupkan rumah-rumah adat yang berisi informasi tentang kultur adat masing-masing.

Dia mencontohkan di sejumlah daerah seperti Pulau Bali yang mampu mengemas budaya dan adat istiadat serta peninggalan leluhur, sehingga menjadi daya tarik wisatawan.

Sementara Kabupaten Simalungun juga memiliki potensi situs sejarah dan budaya beragam, karena banyak makam-makam raja seperti partuanan Purba, Garingging, Sinaga, Sidamanik, dan lainnya.

(BACA: Sigale-gale, Boneka Mistis Penghibur Raja Batak)

Terkait ziarah ke makam leluhur, Bupati menjelaskan sebagai bentuk terima kasih kepada para pendahulu atas jasa mereka, saat ini masyarakat bisa menikmati keadaan yang ada.

Menurut dia, ziarah juga mengajarkan pribadi dan generasi penerus untuk selalu mengenang dan mengenal asal muasal serta melestarikan budaya leluhur.

Kepala Dinas Pariwisata Simalungun Resman Saragih menegaskan keseriusan dan dukungan Pemkab Simalungun untuk percepatan pengembangan wisata kawasan Danau Toba.

Dinas Pariwisata merancang paket-paket wisata yang ada di Kabupaten Simalungun dalam mendukung pengembangan Parapat dengan menggandeng biro-biro perjalanan wisata.