Mahasiswa Polmed Gantung Diri Setelah Kirim SMS Bahasa Batak

Tuntun Siallagan | Sabtu, 07 Januari 2017 09:01:58

Ilustrasi gantung diri/mdk
Ilustrasi gantung diri/mdk

Warga di seputaran Jalan Abdul Hakim, Gang Susuk, Kelurahan Padang Bulan Selayang 1, Kecamatan Medan Selayang, Medan, Sumatera Utara, mendadak geger. 

Pasalnya, seorang mahasiswa Politeknik Negeri Medan (Polmed), Panto Sihombing (19), ditemukan tewas gantung diri di dalam kamar kosnya bernomor 18 tersebut.

Informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat teman korban Goodnyus Simamora (19) hendak bertemu dengan temannya itu, Jumat (6/1) sekitar pukul 22.30 WIB. Kemudian dia pun bergegas ke kamar kos Sihombing.

(BACA: Tewas Gantung Diri, Panto Sihombing Diduga Punya Masalah Keluarga)

Saat tiba di kamar kos, Simamora curiga lantaran lampu kamar kos Sihombing padam. Kemudian dia pun langsung membuka kaca nako kamar Sihombing dan menyenter ke dalam kamar. 

Dan alangkah terkejutnya dia mendapati Sihombing, warga Lintong Ni Huta, Kabupaten Humbang Hasundutan itu sudah tergantung.

Terkejut dengan kejadian itu, Simamora pun kemudian langsung panik dan memberitahukannya kepada teman satu kos korban. Tidak berapa lama, lokasi pun langsung ramai. 

Kepala Lingkungan (Kepling) setempat kemudian memberitahu pihak kepolisian usai mendapat informasi tersebut.

(BACA: 3 Aksi Kekerasan Paling Menyeramkan Akibat Isu 'Begu Ganjang’)

Tidak berapa lama kemudian, petugas kepolisian dari Polsek Sunggal pun datang ke lokasi guna melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Lalu kemudian mengevakuasi jenazah korban ke rumah sakit untuk keperluan visum.

"Mendapat informasi itu, petugas langsung datang ke lokasi untuk melakukan cek TKP, kemudian meminta keterangan kepada saksi-saksi," ujar Kapolsek Sunggal Kompol Daniel Marunduri kepada wartawan ketika dikonfirmasi mengenai kejadian itu, Sabtu (7/1) pagi.

(BACA: Ini Alasan Konyol Roymardo Siregar Habisi Dosen Sendiri)

Dijelaskannya, dari hasil pemeriksaan saksi-saksi, sebelum kejadian tersebut, korban masih sempat ngumpul (nongkrong) bersama teman-temannya di Jalan Pasar VIII, Padang Bulan sekitar pukul 18:00 WIB dan kemudian mereka bubar.

Namun setelah bubar, entah mengapa korban tiba-tiba mengirim pesan via SMS kepada temannya yang berisikan ucapan permisi dalam berbahasa Batak. Tapi saat itu temannya tidak menghiraukan pesan tersebut meskipun sempat merasa curiga.

Apa isi SMS-nya?