Maestro Musik Batak Guntur Sitohang Berpulang

Laurencius Simanjuntak | Senin, 12 Juni 2017 08:06:35

Guntur Sitohang/istimewa
Guntur Sitohang/istimewa

Kabar duka menyelimuti dunia musik Batak. Sang maestro Gondang Batak, Guntur Sitohang, berpulang ke pangkuan Bapa di Surga, Minggu (11/6).

Kabar ini disampaikan langsung oleh anak keempat Guntur, Martogi Sitohang.

"Selamat jalan menuju keabadian Bapakku, Guruku dan Inspirasiku," kata Martogi lewat akun Facebook-nya.

Martogi yang dikenal sebagai maestro suling Batak ini bertekad akan tetap melanjutkan perjuangan bapaknya dalam melestarikan musik Batak.

"Kami anak anakmu akan tetap melanjutkan perjuanganmu untuk mengukir namamu di setiap setiap pekerjaan kami. Semoga Tuhan menerimamu di sisi-NYa. Amin,” kata Martogi.

(BACA: Martogi Sitohang Ungkap Asal Usul Lagu ‘O Jamila’, Karya Bapaknya)

Guntur Sitohang/FB

Lewat akun Facebook-nya, Martahan Sitohang, anak ke-10 Guntur juga meluapkan kesedihannya.

"Selamat jalan Among. Karyamu untuk musik Batak akan abadi,” ujar Martahan yang juga sudah dikenal luas dalam dunia musik Batak.

(BACA: Sitohang Bersaudara, Pelestari Musik Batak di Era Millennia)

Guntur Sitohang lahir di Harian Boho, Kabupaten Samosir, 80 tahun silam. Totalitas hidupnya dipersembahkan untuk musik Batak. Dia bukan hanya pemain dan pencipta musik, namun juga pembuat alat-alat musik Batak.

Guntur meninggalkan 11 orang anak dan puluhan cucu. Istrinya, Tiamsah Habeahan, sudah lebih dulu berpulang.

"Nunga rap be Bapak dohot Omak dohot Abang Bakti di Hasonangan,” ujar Martogi.