Luhut Pandjaitan Akui Kehilangan Sosok Gus Dur

Coky Simanjuntak | Jumat, 13 Januari 2017 08:01:44

Luhut Pandjaitan dan Gus Dur/FB
Luhut Pandjaitan dan Gus Dur/FB

Sebagai Menteri Perindustrian di era Presiden Gus Dur, Luhut Pandjaitan memiliki kedekatan dengan atasannya tersebut. Bahkah, keduanya semakin dekat setelah Gus Dur tidak lagi menjadi Presiden ke-4 RI.

"Saya punya banyak kenangan dengan almarhum Gus Dur. Setelah Gus Dur berhenti sebagai Presiden ke-4 RI, kami malah menjadi lebih sering bertemu,” kenang Luhut lewat fanpage Facebook-nya, Kamis (12/1).

Bersama almarhum Budayawan Moeslim Abdurrahman, kata Luhut, mereka sering makan bersama sembari bertukar pikiran. "Hubungan kami bertiga sangatlah dekat waktu itu,” ujarnya.

Dalam kondisi sekarang, Menko Maritim ini melihat bangsa Indonesia kehilangan seorang figur seperti Gus Dur yang selalu mencari jalan keluar di tengah perbedaan. 

"Jalan keluar yang damai, bukan jalan keluar dalam bentuk-bentuk yang membuat kita jadi galau,” ujar pria kelahiran Huta Namora, Silaen, Tobasa ini.

"Bagaimana caranya? Saya ingat Gus Dur pernah bilang kepada saya, 'Kenapa sih selalu lihat perbedaan, Pak Luhut? Lihat saja persamaannya',” kenang Luhut.

(BACA: Cerita Bang Ara Ditanya Gus Dur ‘Kenapa Orang Batak Bisa Menang?’)

Menurut Luhut, hal tersebut masih relevan sampai sekarang. 

"Seperti halnya pada acara Haul Gus Dur ke-7 kemarin di Jakarta. Saya bisa duduk di sana karena ada teman-teman yang mengajak saya seperti Pak Mahfud MD dan Pak Alwi Shihab,” ujarnya. 

"Kami berbeda. Tapi persahabatan atau perkawanan itu melewati batas perbedaan. Inilah yang saya pelajari dari Gus Dur, bahwa perbedaan itu pastilah ada,” ujarnya. 

Tapi, kata Luhut, perbedaan itu tidak perlu dihilangkan, karena perbedaan itu lahir bersama kelahiran manusia. 

"Jika ingin Indonesia damai, janganlah suka mengedepankan perbedaan, tapi marilah kita saling mengedepankan kebersamaan,” ujarnya.