Kumpul di Medan, Partonun Ungkap Alasan Kenapa Ulos Tenun Mahal

Tuntun Siallagan | Senin, 17 Oktober 2016 19:10:55

Partonun ulos/batakgaul
Partonun ulos/batakgaul

Peringatan Hari Ulos Tahun ke-2 yang jatuh hari ini digelar di Medan, Sumatera Utara. Dalam acara tersebut, tampak hadir Partonun (penenun) ulos Batak dari berbagai daerah di Sumatera Utara. 

Dua partonun ulos, Riama boru Panggabean dan Roida boru Sihotang mengatakan, mereka datang ke Medan khusus untuk memeriahkan perayaan Hari Ulos Tahun 2016. Biasanya mereka menggeluti usahanya di Desa Lumban Siagian Julu, Kecamatan Siatas Barita, Tapanuli Utara.

"Datang ke mari untuk memeriahkan hari ulos. Biasanya kami memasarkannya di Pajak. Ada beberapa ulos seperti Ragi Hotang, Piala, Sadum, Tumtuman yang kami pasarkan," ujar boru Panggabean.

Mereka memamerkan hasil tenunan sekaligus berjualan di sela-sela perayaan yang digelar di  Convention Hall Hotel Danau Toba yang berada di Jalan Imam Bonjol, Medan, Senin (17/10).

(BACA: Selamat Hari Ulos Nasional, Bangso Batak!)

Partonun ulos/kemenpar

Boru Panggabean dan Boru Sihotang itu bercerita, sudah bergelut sebagai penenun ulos selama 18 tahun. 

Untuk membuat satu ulos, mereka memerlukan waktu selama satu bulan atau bahkan sampai tiga bulan. Oleh karena itulah mereka mengaku kalau harga satu ulos hasil tenunan itu bisa mencapai Rp 3 juta.

(BACA: Mengenang Ulos dan Sortali Soeharto di Jubelium 125 Tahun HKBP)

Selain Boru Panggabean dan Boru Sihotang, para penenun ulos tersebut antara lain datang dari Humbahas, Deli Serdang, Karo, Ryaa Collection, Tina, Royana Collection, Robert Sianipar, Siantar Kota, Tenun Sipirok, Andaliman, Tapanuli Selatan, Serdang Bedagai, Tapanuli Utara, Unimed, Toba Samosir dan dari Dinas Koperasi UKM Provinsi Sumatera Utara.

Untuk diketahui, Hari Ulos Nasional pada 2016 ini adalah yang ke-2. Ini diambil dari penetapan Direktorat Jenderal Kebudayan Kementerian Pendidikan Nasional bahwa ulos adalah warisan budaya tak benda nasional pada 17 Oktober 2014.